jump to navigation

Jiwamu Lebih Kuat Memanggilku Oktober 30, 2009

Posted by liyak in puisi.
4 comments

Berat langkah saat berniat tinggalkanmu

Untuk mencari tempat dimana aku

bisa sembunyi dari rasa terluka dan cemburu

Ini jelas bukan masalah kepemilikan

Karena aku tak ingin memilikimu

Tapi apa yang bisa kulakukan

saat akal dan hati bertentangan dengan perbuatan

Aku sudah begitu jauh

Bahkan tadinya kupercaya tekadku tlah
sepenuh purnama

Namun dalam kesendirian

Kudengar hatimu memanggil

Jiwamu bahkan berteriak

Lalu apalagi yang bisa kulakukan kalau begitu?

selain berbalik arah melangkah pulang

karena kaulah rumahku

…………….bahkan persetan jika ternyata panggilanmu itu hanya halusinasiku!

Sedang Gembira Oktober 30, 2009

Posted by liyak in pengakuan.
2 comments

(tolong bayangin disini ada gambar gadis 14 tahun yang sedang tersipu karena hatinya berbunga-bunga ya, mau saya upload foto say,takutnya ngerusak imajinasimu)

Cobaan Atau Solusi? Oktober 29, 2009

Posted by liyak in cinta.
7 comments

Di postingan sebelumnya, saya bercerita tentang teman yang berada dalam keadaan jatuh cinta tapi jelas gak mungkin menuntut orang yang menjatuhkan cintanya.

Kali ini saya masih akan ngomongin cinta.

Beberapa bulan yang lalu, teman saya yang laen nangis2 curhat tentang kelakuan suaminya yang keterlaluan. Tak perlu saya ceritakan si suami ngapain aja, tapi jika perempuan tangguh sampe nangis2 putus asa, kita bisa membayangkan hal2 buruk hingga paling buruk yang bisa dilakukan oleh suami pada istrinya.

Na! Minggu lalu dia telpon saya lagi. Kali ini sambil ketawa-ketiwi.

Usut punya usut, dia ketemu dengan para tetangga di kampung halamannya dulu di sebuah situs jejaring sosial.

Yang bikin dia sumringah, salah satu tetangga itu menyatakan bahwa dia dari dulu mencintai teman saya itu, hanya dulu belum punya ‘modal’ untuk mengatakan.

” Bilangnya kok ya sekarang to…kalo gini aku kan jadi bingung Liy…bener2 cobaan nih” katanya masgul. Dan entah kenapa, saat itu saya langsung menimpali  ” Hey! Siapa tau itu solusi!”

Dan kami berdua ngakak.

I’m Blessed To Love You, and I’m Blessed More When You don’t Love Me In Return Oktober 24, 2009

Posted by liyak in cinta.
13 comments

” Nggak kebalik?”tanya saya ” biasanya kan I’m blessed to be loved by you”

Teman saya yang wajahnya tak lebih cantik dari saya itu tersenyum.

” Dalam kasusku, sama sekali nggak kebalik. Andai bukan dia yang kucintai,bisa jadi saat ini aku sudah mempermalukan diri dengan mengatakan padanya. Tapi untungnya dia adalah sosok yang mengagumkan, yang melihatnya dari jauhpun aku sudah tak sanggup mengucap sepatah kata…hai sekalipun! Sungguh bila ditawari, aku tidak ingin jatuh cinta lagi….tapi hati bukanlah dibawah penguasaanku. Kalo ditanya, aku juga gak tau kok, kenapa bisa cinta dia. Kuharap sih ini bukan cinta, hanya perasaan sesaat yang segera hilang…tapi kok nyatanya sampe berbulan-bulan gini ya ” keluhnya.

Saya gak bisa kasih saran ke teman baik saya ini. Kasus cinta bukan keahlian saya. Paling kalo dia cerita, saya dengerin, tapi kalo dia udah mulai hanyut, saya mencoba menyetopnya dengan bercanda.

Dia memang seharusnya sudah tidak boleh jatuh cinta lagi kecuali pada suaminya. Tapi memang benar katanya : hati bukan kita yang menguasai. Yang saya kagumi dari teman saya ini, dia benar2 berusaha untuk meredam perasaannya. Itu saya tau dari diamnya kalo saya yang mendahului tanya tentang hal itu. “Ngomongin hal laen yuk” katanya. Gak bisa bayangin tersiksanya. Nyatanya kadang dia keceplosan juga ngomong perasaannya ke saya, dan saya cukup bijaksana untuk tidak mengolok-oloknya.

Pernah saya tanya, “orangnya tau gak kalo kamu seneng dia”

” I’m sure he knew” jawabnya ” Cinta kan kayak duren, makannya kemaren..masih aja kecium baunya pas sendawa besok” hehehe metafora yang aneh.

“Trus dia bilang apa?” selidik saya

” Ya gak bilang apa-apa. Cuma dari bahasa tubuhnya aku tau dia tau. Dan itu lebih dari cukup, karena seharusnya dia gak boleh tau”

“Trus perasaan dia ke kamu? “

Dia diem lama…sambil tersenyum tipis dia menjawab

” Dia cinta orang laen. Dan you know what? I feel I’m blessed more when he doesn’t love me in return”

Bener-bener aneh! Tapi saya mengerti. Kalo orang yang dicintainya itu balas mencintainya, tentu sulit sekali bertahan dari godaan selingkuh. Pasti temen saya tak bisa memaafkan dirinya sendiri kelak.

“I’m blessed to be your friend” kata saya tak bisa berkata lain.

” You should be” jawabnya menyebalkan!

ps : nulis ini sudah seijin dia.

never been sent love letter Oktober 19, 2009

Posted by liyak in puisi.
14 comments

the shadow of your smile when you are gone

will colour all my dreams and light the dawn

look  into my eyes my love and see

All the lovely thigs you are to me

Our wishful little star was far  too high

A teardrop kissed your lips and so did I

Now when I remember spring,

all the joy that love can bring


i will be remembering the shadow of your smile

i love you

*masih dari acara nemu barang jadul. surat ini tak jelas saya tujukan untuk siapa, di amplopnya hanya tertulis Untuk Yang Terkasih. Padahal seingat saya, saya  gak punya pacar waktu itu. Mungkin pengen nembak, tapi cemen.Tulisannya jelas tulisan saya, tapi saya kok ragu itu puisi ciptaan saya, 17 taon yang lalu saya gak pinter2 amat bahasa Inggris deh -emangnya sekarang pinter?-  ehm… bagus nggak? *narsisnya kumat*



He he he…jadi malu….. Oktober 15, 2009

Posted by liyak in pengakuan.
9 comments

Berbuat suatu kekonyolan saat kita muda adalah hal wajar.

*pernyataan diatas adalah pembenaran dan excuse atas apa yang dulu pernah saya lakukan hehehehe*

Dan ternyata saya termasuk orang yang rada lamban dalam memahami bahwa itu konyol..*jangan setuju gitu dong…*

Ceritanya, Taqiyya sedang getol-getolnya ngobrak abrik buku di gudang untuk maen sekolah-sekolahan. Dan naasnya, buku-buku yang diambilnya adalah buku-buku saya saat SMP maupun SMA, yang mana membuat saya iseng membuka-bukanya dan akhirnya saya jadi malu mengetahui kekonyolan tulisan2 saya di buku yang seharusnya berisi catatan pelajaran itu.

Berikut ini adalah sebagian kekonyolan2 itu:

  • I love Manys (ini inisial nama cowok yang saya sukai). Di buku laen ada tulisan Ny.Ulya M******* (nama cowok yang kemungkinan besar saat itu sudah saya bayangkan akan jadi suami saya). Dan ternyata dalam masa 6 taon itu (SMP dan SMA), buanyak banget nama-nama cowok bertebaran di buku catatan yang intinya semua itu hanyalah ‘perasaan cinta terpendam‘.
  • tolong jangan ngakak membaca ‘puisi ‘ berikut ini :

METAL MUSIC KAMI

KALIAN BOLEH TAK SUKA

TAPI JANGAN BENCI

KARENA SEMAKIN DALAM

KALIAN BENCI

SEMAKIN DALAM PULA

AKAR METAL MERASUK BUMI

METAL ADALAH HIDUP KAMI

KALIAN BOLEH TAK SENANG

TAPI JANGAN HARAP KAMI

PEDULI

KARENA METAL TAK PERNAH

GOYAH

KARENA METAL TAK PERNAH

MATI

METAL MUSIC KAMI

betul2 tertulis dengan huruf kapital seperti itu…..(ironis karena sekarang saya suka Ridho Rhoma)

  • Saya juga menulis nama2 band (yang menurut saya waktu itu) metal di buku catatan saya, baik dalam maupun luar negeri. Berikut nama2 tersebut : Rotor, Andromeda, U- Camp, Edane,Whizkid, Rudal, Lochness, Caesar, Power Metal, Godbless, Slank, Tesla, Sepultura, G n R, Nirvana, Megadeth, Yankies, Poison, Bonjovi dan (yang paling parah) Search -yang saat itu beken dengan Isabella yang saat ini dinyanyikan lagi oleh ST-12).

*maap ya kalo kamu nggak ngerti band2 itu…karena emang dah jadul bangets….yang jelas saat itu saya hanya tau, pokoknya kalo gondrong berarti metal……..hehehehe jadi malu……..

Kemarin Oktober 15, 2009

Posted by liyak in klangenan.
2 comments

Kemarin kita bertemu

Setelah pertemuan itu

Hatiku terasa bergetar perih

Memang kuakui

Setelah kepergianmu

Pedihku masih terasa di dada

Aku tak dapat menahan cemburu

Aku tak dapat menahan pilu

Aku tak dapat menahan semua rindu

Kini jadi impian sedih

yang membuatku gelisah

Pertemuan kita kemarin

Membuat hati gelisah

*sebuah lagu lama milik Franky Sahilatua yang catatan liriknya baru saja saya temukan di buku SMA saya…dan itu adalah 15 taon yang lalu….oooohhhh saya benar2 tua sekarang…………

Elang Oktober 13, 2009

Posted by liyak in puisi.
12 comments

Ijinkan kusebut kau Elang

meski matamu tak menatap tajam

sebab tatapmu adalah keteduhan

Kau sudah menyendiri

sebelum aku masuk tanpa permisi

Pernah kita berada di sebuah senja

dimana hujan turun menghibur kita

dengan denting petir dan rinainya

Engkau…aku…

tak pernah banyak bertukar kata

Tapi mata adalah jendela jiwa (katanya…)

Kita berada dalam nada yang sama

Dua anak manusia yang hampir gila

kesepian dalam pesta

sibuk mencari kesejatian diri kita

Aku tak pernah menerka

adakah aku tlah menempati ruang hatimu

ataukah mungkin hanya di beranda?

Akupun tak hendak bertanya

apakah dihatiku kau istimewa

Bukan inginku bila saat bertemu denganmu

aku hanyalah insan yang menaikucingkan cinta

Bersamamu…tenang kurasa…juga merdeka

kunikmati…tanpa kuresapi

Laun berlalu…kita terpisah takdir

dan aku tak mau mungkir

hatiku berbunga saat burung membawa berita

kau ingin tau aku dimana…bersama siapa

Tersirat rindu…meski bagai semburat rona

di pipi gadis etiopia

Kau tak pernah ungkap apa-apa tentang rasamu padaku

Lalu bagaimana aku percaya kicau burung-burung itu?

Sekalipun benar…

bukan itu cara yang kuinginkan

Aku ingin kau perjuangkan

Aku ingin kau yakinkan

bahwa bersamaku itulah yang kau inginkan

bahwa takkan terluka lagi aku oleh belati di balik pelukan

(jangan-jangan itu pula yang kau inginkan)

Aaaaahhhhhhhhhhh

Kita hanyalah dua pecundang, pengecut dan mungkin sedikit bodoh

untuk mengerti apa yang terjadi di hati

Hingga hari ini saat kita bertemu lagi

aku masih saja tak mengerti

Dan sungguh aku bertanya-tanya

mengapa engkau masih sendiri?

Hatiku yakin, itu bukan karena aku

Aku percaya, kau tlah begitu saat kita bertemu

Sayangnya…dulu itu…

terlalu banyak luka di jiwaku…

hingga aku memilih untuk tak menilik

luka apakah dihatimu

yang membuatmu seperti itu…

(sedikit terinspirasi novel Elang, yang dikirimkan oleh seorang Yupita Yupi- kalian bisa mengenalnya di facebook- dan banyak terinspirasi oleh seorang teman yang dulu setiap ketemu sering manggil saya Si Tante Muka Tua -kalian tak perlu mengenalnya demi menghindari mendapat julukan yang tak senonoh :-P )

Nasib Naas Seorang Penggemar Air Kata-kata Oktober 11, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
8 comments

Menjelang dini hari, Pak Bah-tetangga saya- seperti biasa berkeliling kampung untuk mengontrol keamanan. Seperti biasa juga dia finish di pinggir jalan untuk kemudian memukul tiang telpon sebanyak sesuai -jam -saat -itu -kali.

Lalu dia akan duduk-duduk sejenak di pinggir jalan.

Tapi malam itu, ada kejadian istimewa. Seorang pengendara sepeda motor tiba-tiba aja jatuh ‘ngglangsar’ di depannya.

Pak Bah segera menghampiri untuk menolong…tapi begitu sampai di dekatnya, dia langsung faham dari ‘bau naga’ yang tercium, bahwa jatuhnya orang itu karena habis minum air kata-kata. Itu semacam air yang jika kita minum, kita akan curhat, nyanyi-nyanyi, nangis ataupun ngamuk-ngamuk tanpa sadar juga hilang keseimbangan. You know what i mean-lah.

Akhirnya Pak Bah mengurungkan niat. Dia hanya duduk memandang korban setelah dilihatnya tak ada luka yang parah, secara jatuhnya pun pelan dan korban beserta motornya sudah di pinggir jalan. Dia berharap, nanti kalo dah sadar, orang itu akan bangun sendiri.

Tak berapa lama, lewat sebuah sedan… Si sopir sedan memundurkan mobilnya menghampiri korban. Ada penumpang yang turun mendekati korban..

Penumpang : Mas kenapa Mas? Rumahnya mana? (itu yang didengar Pak Bah)

Korban : *ngomong gak jelas* (atau mungkin Pak Bah tidak mendengar secara jelas)

Penumpang : Ya udah, mari saya antar.

Si sopir turun, ikut membantu penumpang memapah korban masuk mobil. Lalu si penumpang keluar lagi, mengambil sepeda motor, mengendarainya mengikuti sedan temannya.

Keesokan paginya…Pak Bah kaget karena ada polisi yang mencarinya. Dia ditanya seputar kecelakaan tadi malam.

Ternyata oh ternyata sodara-sodara, si korban telah dibuang dijalan lagi oleh “penolongnya” beberapa kilometer dari tempat kejadian, dan tentu saja motornya dibawa kabur…….

Sulit sekali untuk tidak komentar : Rasain……..

Tapi saya berdoa,  agar korban menuai pelajaran….dan kembali ke jalan yang benar…..

orang gila orang gila itu September 25, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
18 comments

Rumah saya dipinggir jalan Semarang-Yogya.

Berpagar bambu dan membuat orang tidak segan untuk mampir berteduh saat hujan deras, termasuk orang gila yang sedang capek pun sante aja mampir.

Banyak sekali keuntungan punya rumah ditepi jalan utama provinsi.

Dan saya berterima kasih pada Ibu yang puluhan tahun yang lalu telah ‘memaksa’ Bapak untuk mencari tanah yang letaknya di pinggir jalan raya.

Ada kisah2 unik tentang rumah saya yang berkaitan dengan orang gila.

  • Mbah Soma

Adalah laki-laki tua tetangga saya. Meski dia gila, pengikutnya sangat banyak. Kebanyakan dari ras kuning dan mobilnya berplat luar daerah. Banyak yang percaya, Mbah Soma adalah dukun. Waktu saya masih SD, Indonesia sedang marak dengan judi resmi yang diadakan pemerintah atas inisiatif  Sudomo yang waktu itu seorang mentri, lupa mentri apa, yang jelas saya mengingatnya sebagai mentri SDSB (sumbangan Dana Sosial Berhadiah, kalo sekarang ya gampangnya togel) dan PORKAS (kepanjangannya lupa, ini judi yang katanya hasil uangnya untuk mendanai kegiatan olahraga nasional)

Na, para pengikut Mbah Soma ini selalu mencatat gerak-gerik dan perkataan Mbah Soma untuk kemudian dimistik (dianalisis untuk kemudian dihubungkan dg angka2). Suatu ketika, tiba-tiba Mbah Soma masuk ke rumah saya, dimana saat itu rumah saya juga sebagai Kantor Pengawas Pendidikan Agama. Siang itu, seperti biasa jika sudah tak ada kerjaan, ayah saya maen catur dengan temannya. Mbah Soma nyelonong masuk lalu duduk disamping ayah.

“Payung siji, anting2 sepasang” katanya pada ayah saya. Saya tau yang dikatakannya, karena saat itu saya disamping ayah. Hanya itu yang dikatakannya, lalu Mbah Soma keluar. Para pengikutnya segera ‘menyerbu’ ayah untuk menanyakan apa yang dikatakannya. Ayah menjawab apa adanya. Itulah terakhir kali saya melihat Mbah Soma. Sekitar seminggu setelah kedatangannya siang itu, dia meninggal akibat ‘kunduran’ mobil (jadi ada mobil mundur, mbah Soma ada dibelakangnya dan tergilas).

Perkataannya mungkin berarti pamit, karena dia segera akan dipayungi dan dipasangi sepasang nisan

  • Aminah

Seorang wanita tua keturunan arab. Gila tapi matre dan pemarah. Saya takut sekali padanya, karena suka ngejar2. Saya tak tau dia sekarang masih hidup ato nggak, terakhir dia lewat depan rumah, waktu saya masih SMP.

  • Wanita gila tak tau siapa namanya

Dia baru2 aja dateng ke rumah. Berniat bersih2, saya membuka semua pintu dan jendela. Tau-tau dia sudah di ruang tamu sambil bilang ” minta uangnya minta uangnya”. Saya kagt setengah hidup. Secara fisik dia bersih sekali, tak saya duga orang gila. Dia lalu disuruh pergi Ibu. Tapi Ibu saya adalah orang terbaik sedunia, tak pernah mengusir orang gila tanpa membungkuskan nasi beserta lauknya.

  • keluarga gila

Yang ini betul-betul memprihatinkan. Suatu siang saya pulang dari kerja, dikagetkan dan dingerikan oleh keluarga gila ini yang sedang asik nongkrong di teras rumah. Yang perempuan begitu dekilnya, duduk ngangkang menggaruk2 daerah sarunya. Dua anaknya yang masih balita, berlarian dan berpanjatan.Si pria yang saya duga suaminya, duduk sambil melihat-lihat ketiganya. Menurut saya, si pria belumlah gila,karena dia memakai masker untuk menutupi wajahnya , pakaiannyapun lengkap dan tertutup rapat,dan ketika melihat saya datang ia buru2 mengajak keluarganya pergi naek sepeda. Artinya dia masih punya malu,bukankah perbedaan antara orang waras dan orang gila hanyalah rasa malu?

Mereka ini ternyata juga pengembara. Ketika saya bercerita pada teman saya yang ada di Magelang, Salatiga dan Ungaran tentang mereka, teman2 saya bilang ” Iya , aku juga pernah liat mereka di kotaku”

Saya tak bisa membayangkan bagaimana keluarga itu bisa terbina hingga lahir dua anak yang kalo tidak dekil saya yakin cantik dan tampan. Anak2 itu sepantaran dengan anak2 saya. Dan saya menjadi masgul dibuatnya. Mereka hanya bercelana pendek tanpa baju, tatapan matanya liar hingga sayapun takut bersitatap dg mereka.

Pernah terlintas untuk menculik anak2 itu untruk memberikan penghidupan yang layak menurut manusia normal, tapi bahkan orang gilapun punya hak untuk bersama anaknya.

  • Pria calon tentara

Dia seorang pria sekitar 40 taunan. rambutnya kriting, tak terlalu dekil. Daerah edarnya ya tak jauh -jauh dari rumah saya, bahkan kadang ‘njenuk’ di depan rumah saya. Menurut cerita orang-orang, dia menjadi gila karena dulu tak lolos seleksi masuk tentara. Hobinya membuat ‘karya seni’ dari bambu2 tipis yang diikatnya dengan rafia menjadi bentuk-bentuk seperti kandang atau keranjang.Selalu, setiap hari. Herannya, karya seninya tak lalu menumpuk. Mungkin setelah jadi dibongkarnya lagi lalu dibuatnya lagi. Dia sangat pendiam, tak pernah bicara sendiri, hanya diam dan asik dengan dunianya. Kadang saya penasaran seperti penasarannya facebook yang selalu menanyakan ” Apa yang Anda pikirkan?”  Tapi tentu saja pria itu tak akan nyetatus ” Saya sedang gila”

  • Toli’ah

Dia tetangga desa saya. Dulu sebelum gila, dia jualan krupuk dan orangnya higienis banget. Ambil krupukpun pake sarung tangan. Dia berusia sekitar 40th, hidup sebatangkara di rumah kecilnya yang 5 tahun yang lalu diperbaiki secara gotong royong oleh warga kampung karena hampir ambruk. Itupun pake acara nyuap Toli’ah dengan uang 50rb agar dia mau pergi sementara rumahnya diperbaiki. Penyebab gilanya sepertinya laki-laki,ditilik dari ocehannya bila sedang ‘ngomnyang’. Tapi dia friendly crazy girl, tidak pernah ngamuk, maka dia bebas berkeliaran. Setiap hari lewat depan rumah saya seperti saat masih waras dulu, sebab dia memang suka jalan kaki ke pasar daripada naek angkot.

Ada peristiwa lucu yang diceritakan oleh Ibu saya tentang Toli’ah. Suatu hari, ada perempuan belanja di pasar tempat ibu saya jualan, uangnya jatuh 50rb diambil oleh Toli’ah. Wanita tadi baru sadar kalo uangnya ilang waktu sampe dirumah. Lalu dia ke pasar lagi untuk mencari uangnya, diberitahu oleh yang melihat bahwa uangnya diambil Toli’ah. Trus dia nanya dimana rumah Toli’ah. Berhubung dia mendapat info Toli’ah adalah orang gila, maka dia mengajak suaminya untuk meminta uangnya dikembalikan (buat orang desa seperti kami, 50rb besar sekali nilainya, mungkin itu penghasilan 5 hari kerja). Berangkatlah mereka ke rumah Toli’ah. Beruntung orang yang dicari di rumah.

“Mbak, boleh minta uang yang tadi kamu temu?” kata si suami. Toli’ah tak langsung menjawab melainkan langsung menggeletakkan tubuhnya di lantai  tepat di bawah kaki si laki-laki sambil melepas celana dalamnya

“Sini Mas wong bagus…aku sudah lama nunggu lhooo” katanya genit bersemangat.

Si wanita yang kehilangan uang menyeret pergi suaminya. “iklaskan saja uangnya Mas. Wong edan gak bisa diajak rembugan” katanya… hahahahahaha

Ssssst…kalo kadang saya seperti orang gila, mungkin karena terlalu sering saya bertemu orang gila kali ya? Hehehehe, merasa bangga jadi orang gila yang punya blog. Maybe I’m the one …..:-)