jump to navigation

Bidadari Desember 13, 2011

Posted by liyak in cinta.
3 comments

…aku adalah bidadari sampai hari dimana aku mandi dan kamu dengan tidak senonoh mencuri selendangku………

 

Tadinya  nulis status itu di fb hanya lucu-lucuan saja, tapi setelah saya pikir (maaf,telmi), ternyata sebaris kalimat itu kok melow banget tapi aktual.

Kayaknya asik buat cerpen ya…tapi saya lupa nama bidadarinya joko tarub itu siapa. Nawangwulan bukan? Sebut saja begitu ya?

gini kisahnya….

Pada suatu hari……pada saat penerimaan siswa baru sebuah PTS yang keren, gegerlah para mahasiswa demi melihat bidadari kesasar di kampus mereka.

Usut punya usut, dia tidak kesasar…memang dia diutus untuk mencerahkan kampus itu melalui pesonanya yang anggun dan santun. Nawangwulan namanya….merepresentasikan kebidadariannya..

Tak pelak, banyak mahasiswa baru dan lama yang langsung klepek-klepek dan termehek-mehek…membujuk..merayu…mengajak bermusyawarah..apasaja agar bisa mendekati Nawangwulan…dari yang kurang tampan sampai tampan banget…dari yang modal dengkul sampai modal madul….

Tersebutlah seorang mahasiswa yang aslinya bernama joko tarub tapi karena merasa nama itu tidak ndesit alias katrok lalu dia mengerenkan diri dengan nama Yudo.

Ganteng? oh jelas, cocok untuk jadi tokoh antagonis (tokoh antagonis tu ganteng-ganteng loh!)

Yudo begitu getol nempel Nawangwulan kemana saja, tak peduli Nawangwulan sedang bersama siapa. Prinsipnya : siapa kuat dia dapat. Yah, Yudo memang kuat dalam hal menerima ketidaksukaan orang pada kepribadiannya yang cenderung narsis dan kementhus. Bahkan disinyalir dia merasa bahwa dia tu kembarannya Ahmad Dhani (beda nasib ajah)

Lambat laun…yang pada mendekati Nawangwulan memilih mundur karena tak tahan enegnya bersaing dengan Yudo yang standby terus.Jadi patungpun dia cuek.

Perempuan…..dimana-mana sama….jika sudah tersentuh hatinya….yang ada hanya rela

Begitupun Nawangwulan yang ditelateni oleh Yudo….pada akhirnya jatuhcinta pada perhatian dan kasih sayang Yudo dan menerima Yudo sebagai pacarnya

Geger lagi tu kampus!

” Kamu gak sedang sakit jiwa kan Di?” protes Gadis,karib Nawangwulan yang lebihsuka memanggil Nawangwulan dengan sebutan Di (katanya nickname dari Nawangwulan Dikau Cantik Sekali)

“Bisa kasih aku alasan yang agak waras kenapa kamu mau sama dia?” telisik Gadis lagi

“Dia baek kok Yak,pas latian teater kemaren aku sakit dia langsung beliin obat” argumen Nawangwulan yang punya panggilan khusus untuk Gadis : Yak (Nickname dari Yak Kamu Betul Gadis. You got it? Gadis : ” Nawangwulan Dikau Cantik Sekali”…Nawangwulan : “Yak! Kamu Betul Gadis….aku cantik sekali” )

“Glodaaaagggggg!!!!Whaaaaaaaaaattttt???? Cuma begitu????” hampir kayang Gadis kagetnya

Nawangwulan hanya tersenyum malu ” Intinya dia baek”

Itu percakapan terakhir tentang Yudo eh joko tarub diantara mereka. Gadis -meski sangat tak setuju- menghormati pilihan Nawangwulan.

Mereka akhirnya menikah (joko dan nawang,bukan nawang dan gadis!)

Gadis hanya bisa mendoakan saja karena saat itu tiba, Gadis sudah keluar dari kota kampus itu berada..menikah dan sibuk dengan anaknya.

Aneh juga ya, sahabatan tapi tak menyaksikan pernikahan sahabatnya…padahal cuma 60km-an jaraknya. But that is it! Persahabatan mereka sudah sampai tahap dewa. Fisik hanyalah fisik…jiwa mereka bersama menembus ruang dan waktu…

Belum sampai 10 tahun….atau sudah hampir 10 th…Nawangwulan jadi perempuan biasa…Gadis bisa mendengar perih yang tersayat di hati sahabatnya itu…toh Gadis dulunya juga bidadari (tapi laen Kayangan sama Nawangwulan)

Bidadari dipuja dicintai digilagilai oleh mereka yang dipenjara ego syahwati manusia tentang bangganya meniduri bidadari….tapi perempuan biasa? Kungkungan kodrat dan norma kerap menyakitinya lebih perih dari kecipratan minyak saat menggoreng lele kesukaan suaminya..lebih pedih dari mengetahui suaminya punya perempuan lain…tapi tak lebih sakit dari menyaksikan anaknya sakit…

Perempuan biasa dituntut mengerti orang2 disekitarnya…orangtua,anak,suami,tetangga,anak tetangga,suami tetangga,saudara tetangga…hampir semua….

padahal sudah kodrat perempuan justru ingin dimengerti (sampe ada lagunya kan? top deh ADA band)..

yaa…hari2 sebagai bidadari bagi Nawangwulan sudah berakhir..jika ukurannya adalah diabaikannya,dideritakannya,dinafikannya dia oleh jokotarub…Tapi bagi Gadis -sahabatnya- Nawangwulan hanya sedang membayar sayap cahaya yang akan menerbangkannya ke Nirwana (yang mana lebih indah dan nggak bisa dicapai dengan selendangnya dulu yang dicuri jokotarub,yang sudah ikut hangus saat Merapi meletus dan mewedhusgembeli pemukiman mereka -Alhamdulillah mereka selamat yah-)…Gadis juga yakin…butiran-butiran bening airmata Nawangwulan yang menetes tiap malam itu…kelak akan jadi tiara permata yang menjadi penghias rambut panjang harumnya

Dalam imajinasi Gadis (yang dulunya juga bidadari tapi lain kayangan sama Nawangwulan seperti sudah diceritakan tadi)…Nawangwulan -dengan sayap cahaya di punggungnya dan tiara permata menghias kepalanya- sanagt cantiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkk bangetttt.

 

 

 

___________________naaaahhh gitu critanya teman-teman. pendek ya? namanya juga cerpen…tau cerpen ken? Cerita Pendek :) ________________

Aku Benci Padamu Oktober 30, 2011

Posted by liyak in puisi.
add a comment

Aku benci padamu

Benci hingga menganaksungai mataku

Atas rindu yang kau katakan

lalu saat kuminta pertemuan

kau abaikan

 

Aku benci padamu

Benci hingga sakit dadaku

atas hati yang kau curi diam-diam

lalu setelah ketahuan

kau lepas tangan

 

Aku benci padamu

benci benci benciiiiiiiiiiiiii!

Aku mencintaimu tauuuuuuuuuuuuuuuukkk!

 

(apa iya ini puisi gadis umur 30an? Kek ana smp aja :D )

lelaki batu Maret 4, 2011

Posted by liyak in puisi.
2 comments

Diam dia disana

Tegak berdiri menggenggam sekeping hati

Didalamnya selaksa cinta tak tersampaikan

Mencoba tak menyalahkan waktu

Mencoba tak menyalahkan keadaan

Tatapnya garang dalam tenang,seperti elang

Urai rambutnya terhembus bayu

sisakan siluet hitam

 

Dia berkata

: Jadikan aku yang kedua

aku mau jadi apa saja-mu

kucinta kau dari dulu

Sang gadis menatapnya dalam sendu

Matanya mengatakan sesuatu yang tak dimengerti

Galau…

Lagi lelaki itu berkata

: jadikan aku yang kedua

sudi aku jadi kekasih gelapmu

tak mauku selain kau

Kali ini sang gadis berkata

: pergilah…

Langit tau ada perih menghembus

iapun menangis

rinainya adalah ritme luka-luka

nadanya menyayat-nyayat

seperti biola di tangan seorang amatiran

 

Sang lelaki tetap berdiri

kuyup

Ditangannya masih tergenggam sekeping hati

selaksa cinta didalamnya

Baginya…waktu adalah selamanya

…selamanya ia akan menanti…

dengan cinta yang sama

dengan segala rasa yang ia punya

Ia diam dalam harap

suatu hari takdir kan memeluknya

Ia tetap berharap

…meski saat ini ia tak tuli…

saat gadisnya berkata perih…

dulu aku menunggumu…menunggumu…tapi kau diam….seperti batu”

 

 

obat segala Februari 2, 2011

Posted by liyak in klangenan.
add a comment

saya punya obat favorit untuk macam-macam penyakit.

gatal-gatal, sakit perut, sakit gigi, kesleo dan sebagainya

bisa sebagai obat luar maupun dalam

namanya minyak gosok cap tawon

bikinan pt.tawon jaya makassar

dah terdaftar di depkes.

ini bukan promosi

sayapun tak dapat komisi

saya hanya ingin berbagi

suwir  (saking swear-nya:))

 

bisakah aku seperti wanita itu? September 30, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
add a comment

Judul diatas bukan karena saya tidak mensyukuri apa adanya diri saya.

Tapi ini kisah mengharu biru yang saya dengar hari ini, tentang pengabdian seorang istri.

suatu ketika pada tahun 1989

Seorang lelaki, guru berpenghasilan 160rb perbulan, sangat berharap bisa naek haji yang saat itu ongkosnya sekitar 5jt-an. Tentu jauh panggang dari api.

Istrinya yang sederhana bertanya : Benar Bapak ingin naik haji?

“Iya Bu, tapi mungkin masih lama mengingat penghasilan kita yang segini” jawab sang guru

“Berangkatlah Pak, ini Ibu punya uang 8jt, Ibu kira cukup untuk keberangkatan Bapak”

kagetlah lelaki itu “Darimana uang ini Bu?”

“Pak, Ibu kan tidak berpenghasilan, selama jadi istri Bapak, ibu menempatkan diri sebagai khadimat -pembantu- Bapak, maka tiap Bapak memberi uang belanja, Ibu sisihkan sedikit sebagai bayaran Ibu, dan itulah hasil dari tabungan Ibu”

berkaca-kacalah sang suami “Itu uangmu Bu, berangkatlah kau naik haji”

“Tidak Pak, Bapak saja yang berangkat naik haji, nanti sampai disana doakan lain waktu Ibu bisa naik haji” jawab istrinya tulus

Akhirnya, setelah minta pertimbangan dari orangtuanya, si lelaki menuruti keinginan istrinya. Sendiri ia berangkat haji, disana dia menangis tersungkur memohon pada Tuhannya agar bisa kembali lagi membawa istrinya serta.

Dua taun berikutnya, Allah memberi rizki untuk mereka berdua melaksanakan haji. Bahagia hati si lelaki dapat ‘membayar’ budi baik si istri. Dengan riang mereka mempersiapkan diri. Allah sungguh penuh rahasia, dan rahasianya adalah sebenar-benar rahasia.

Menjelang keberangkatan, istri lelaki itu sakit lalu meninggal…..Maka kembalilah sang lelaki sendiri ke tanah suci, kali ini ia sekaligus ‘membadal’kan (menghajikan/mewakili berhaji) istrinya………….. Saya bisa membayangkan betapa hajinya kali ini lebih penuh airmata……..

Dan saya yakin, seumur hidup lelaki itu akan mengenang cinta suci dan ‘sederhana’ almarhumah istrinya, meski kini dia telah beristri lagi…

Saya tak sempat mengenal wanita sholihah yang tlah meninggal itu, tapi saya mengenal lelaki itu…

Lelaki yang dulunya guru itu tetap sederhana hingga kini, senyumnya tulus dari hati, bicaranya lancar mengalir baik dalam bahasa Indonesia, Inggris maupun Arab hingga tak sempat membuat pendengarnya mengantuk, petuah-petuahnya adalah pengalaman hidup berharga bagi kami bawahannya…

Lelaki sederhana yang mendapat cinta luar biasa itu adalah Drs. KH. Hasyim Affandi…di Temanggung beliau mengabdi sebagai Bupati

(teriring doa semoga Allah selalu menjaganya dalam menjalankan amanah dan diselamatkan dari fitnah dunia maupun akhirat)

note : kisah ini diceritakan oleh beliau pada acara Halal bi Halal Guru PAI se-Kab Temanggung tadi siang. Dialog beliau dan istrinya pada tulisan ini sudah mengalami ‘revisi’ di sana-sini demi kepentingan tulisan tapi tidak mengurangi esensinya.

Wanita Hamil September 26, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
2 comments

Dalam beberapa -bahkan- banyak kasus, wanita hamil punya kecenderungan lebih sensitif dan emosional.

Jika pasangan tidak tanggap, akibatnya terjadilah pertengkaran-pertengkaran nggak penting.

Bener nggak dua kalimat diatas? Hehehehe, lama nggak ngeblog ternyata nggak menjamin numpuknya ide-ide segar. Setidaknya, saya sudah berusaha membuat kalian yang sudi mampir disini untuk tidak cuma membaca postingan kadaluwarsa :D

Hidup meskipun Mati April 2, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
2 comments

” Yang paling tinggi derajatnya di kalangan manusia ialah yang namanya terkenal tetapi orangnya tidak dikenal”

tulisan tersebut ada dalam buku berjudul ” Hikmah dalam Humor Kisah dan Pepatah” jilid 1-6 karangan A Aziz Salim Basyarahil.

Mungkin yang dimaksud dengan “namanya terkenal” adalah karya atau sumbangsih.

Dalam hal ini, saya mengenal karya seseorang tapi tidak mengenal orangnya, ironisnya, saya mengenal orangnya setelah orangnya tiada.

Anggap saja saya kuper, tapi saya yakin i am not the only one.

Dulu, saat saya nulis postingan yang ini, Indonesia sedang gencar dengan gerakan Indonesia Unite yang berslogan “Kami Tidak Takut”

Temen-temen facebook ramai-ramai pasang profpic pin bertuliskan Indonesia Unite.

Saat itu, saya tak tau siapa pencetusnya.  Karena saya milih untuk nggak nonton tivi yang saat itu beritanya memilukan hati. Saya hanya ikut merasa tergetar jiwa dalam rasa perih bersama sekaligus berani dan optimis bahwa Indonesia akan tetap baik-baik saja.

Bulan berganti

Suatu hari home facebook saya penuh ucapan duka dari teman-teman kepada seorang teman yang baru kehilangan anaknya..

Entah mengapa, saya jadi mengikuti postingan teman yang sedang berduka kehilangan putranya tersebut…

Dan ketika saya tau siapa putranya yang telah meninggal itu….saya..”nggregel”

Betapa selama ini saya telah abai

Bapak yang kehilangan anak itu adalah Raden Hardjoeno…dan anaknya -putra tunggalnya- bernama Alexander Abimanyu - founder Indonesia Unite-

Keduanya tetangga sekota yang belum pernah saya temui di dunia nyata (menambah level ke-abai-an saya ya?)

Membaca tulisan-tulisan Alex, juga tulisan-tulisan tentang Alex di akun ayahnya…membuat saya tak percaya bahwa orang yang membuat tulisan-tulisan nasionalis dan romantis itu…orang yang dikenang akan keindahan jiwanya oleh istri dan teman-temannya melalui tulisan-tulisan penuh kehilangan itu…telah tiada..

Dan pada akhirnya dalam pandangan subyektif saya, dia adalah bukti nyata dari kalimat di awal tulisan saya ini

Selamat jalan Alex…beruntung sekali aku mengenalmu meski kau telah pergi…

alasan taqiyya takut mati April 2, 2010

Posted by liyak in cinta.
4 comments

Sore hari yang gerimis, saya sedang ngobrol sama suami

tiba-tiba krompyanggg!!!

suara benda pecah berderai

lalu disusul tangis panik Kia

yang tergopoh gopoh mendatangi saya sambil ‘ndremimil’ minta maaf dan nyesel dah ngejatuhin tivi

Suami saya menengok TKP.

Ternyata yang pecah hanya dua piring yang tadinya ada di dekat tivi.

Tivinya secara fisik utuh, meskipun tlah jatuh dari ketinggian 75 cm secara ‘krungkep’.

Dan setelah dicek, hanya ‘cenil’ on offnya saja yg mengalami disfungsi, yang berakibat untuk meng-on off-kannya langsung menggunakan kabel stop kontak.

Kia terus menangis terisak isak, menyesali tivinya rusak -saat itu dia berfikir begitu-.

Saya hanya memeluknya sambil berusaha menenangkannya karena dia sepertinya trauma sekali.

Setelah dia tenang, saya tanyakan kronologinya.

Kia : Tadi kan aku mau nutup jendela yang di belakang tivi, aku naik meja, tapi pas turun kesrimpet kabelnya, jadi tivinya jatuh

Saya : Trus kejatuhan?

Kia : Enggak

Saya : Kenapa nangis?

Kia :- terisak-isak- Kan aku takut kejatuhan tivinya Buk. Aku takut mati. Nanti kalo aku mati gimana? Kan Ibuk kalo mau ketemu aku jadi susah. Mbah Uti juga jadi nggak bisa ketemu aku.

Saya semakin erat memeluknya, terharu bahwa dia tak ingin mati bukan untuk dirinya sendiri melainkan agar orang-orang yang menyayanginya tak susah kehilangan dia.

Dia terisak-isak lagi…lalu berkata-kata lagi…

Kia : Aku tu takut mati Buk. Aku takut nggak bisa jawab pertanyaan malaikat. Di kuburan kan ntar ditanya-tanya. Padahal aku kan belum apal tebakannya..huhuhuhuhu….

-saya hanya bisa menahan rasa antara masgul dan ingin ngakak-

Kia….. Kia…….

Kuatir April 2, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
add a comment

dalam hidup, sering sekali kita merasa kuatir

kuatir kehujanan

kuatir kecopetan

kuatir sakit

kuatir ditipu

kuatir tidak lulus

kuatir kena potongan pajak

kuatir karyanya dijiplak

kuatir cerpen yang belon pernah dimuat di media jika diaplot di blog ntar di copas ama orang trus dikirimkan ke media denagan editing sempurna dan dimuat!!! :D

maafkan saya Januari 12, 2010

Posted by liyak in pengakuan.
6 comments

di postingan sebelumnya saya meminta kalian menunggu cerpen2 saya di postingan berikutnya. tapi maaf, saya ingkar janji, karena cerpen2 tersebut mau saya ikutkan lomba menulis kumpulan cerpen  yang salah satu syaratnya menyertakan surat pernyataan bahwa cerpen2 tersebut belum pernah diterbitkan. jadi sekarang saya mohon doa kalian semua, agar saya dapat juara -paling enggak juara 3 deh…pliiiiisss-. ntar kalo menang, saya share deh….cerpennya. tapi kalopun kalah, insya Allah tetep akan saya terbitkan disini. intinya, saya hanya menunda menerbitkannya disini, agar saya nggak bohong saat nulis surat pernyataan itu.

maaf ya kalo postingan ini memuat kesan sok terkenal gitu. sungguh, saya hanya nggak enak udah ingkar janji.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.