BOM ITU Juli 18, 2009
Posted by liyak in kisah nyata.trackback
maaf, kali ini terpaksa saya nulis hal penting.
Kemaren pagi, untuk kedua kalinya JW Marriott hotel Jakarta, dibom lagi.Beberapa detik berikutnya Ritz Carlton hotel yang tak jauh dari JW Marriottpun dibom.
Memang, kata polisi itu jenis bom low explosive…
Tapi efeknya luar biasa, juga bagi saya yang bahkan dengar ledakannyapun tidak.
Pikiran dan hati jadi terganggu dengan pernyataan-pernyataan yang bersliweran di tivi,koran, dan wall facebook.
Mengutuk pembom, boleh-boleh saja. Tapi jika lalu mengaitkan pilpres, agama dan sebagainya, menurut saya kok malah memperkeruh suasana. Yang paling membuat saya tersinggung, ada teman yang menganalogikan agama sebagai pohon dan penganutnya sebagai buah, jika pohonnya baik maka buahnya baik, jika buahnya tak baik, maka pohonnyalah yang tidak baik. Analogi macam apa itu? Kalo ada mangga yang busuk, apa iya pohonnya yang harus dibasmi?
Dan saking ‘judheg’nya (gak ngerti jalan pikiran orang itu), akhirnya orang itu saya remove dari friend list saya. Daripada saya terpancing pada perdebatan yang tidak membawa kebaikan, lebih baik begitu.
Saya bukan rasialis yang hanya mau berteman dengan SARA tertentu. Tapi saya memang tidak bisa berteman dengan orang yang tidak menghargai perbedaan.
Bukankah justru teroris itu menang saat kita jadi saling bertengkar?
Saya tidak peduli apa sesembahan orang lain, tapi saya juga tidak mau orang mengusik sesembahan saya. Apalagi menuduh sesembahan saya sebagai biang kerok semua aksi teror itu.
Pada akhirnya, saya berdoa semoga para korban meninggal itu meninggal dengan akhir yang baik, korban luka-luka semoga cepat pulih dari luka fisik dan traumanya, aparat mendapat petunjuk yang benar tentang para pelaku sampai otak pengebomannya dan berhasil menangkapnya lalu mengadilinya, dan kita….tetap bersatu dalam perbedaan, saling menghargai dan tak perlu bertengkar berdasarkan dugaan- dugaan. Amien
PS : bagi yang udah beli tiket nonton Manchester United, katanya uang akan dikembalikan utuh. Saran saya, kalo dah diterima, sedekahin aja.
satu yang pasti, siapapun pelakunya dapat saya pastikan lebih bejat dari saya, dan semoga bukan “bidadari” yang mereka dapatkan setelah melakukan bunuh diri, tapi semoga mereka membusuk di neraka!!! Semoga mereka tidak lagi mengatasnamakan agama, dan seharusnya lagi jika mereka hendak berjihad, datanglah ke israel dan dengan senang hati saya akan mendoakan mereka.
Soal MU… Ah MU cemen, setan kok takut ama bom
.
Kasian juga Agum Gumelar, rugi bandar booo’!!
betul!
setuju budhe…orang2 yang berada di balik pemboman itu hanya memandang islam,nasrani,majusi atau yahudi hanya sebagai sebuah agama,bukan sebagai sebuah ajaran.memang saya belum pernah membaca kitab agama lain selain alqur,an dan injil,tapi saya yakin inti ajaran semua agama itu sama.
yang aku gemes,kok ya ada orang yang mau aja disuruh ngebom dg iming2 40 bidadari. mbok ya, yang nyuruh aja yang disuruh bawa bom.
udah tau iklan tri terbaru yang versi MU??…
Ini budi….
budi batal bermain bola….
pasti endingnya bukan yang ketawa2 itu ya
seandainya iming2 40 bidadari itu benar adanya, semoga mereka mendapatkannya setelah menyelesaikan kewajiban pembayaran dosa dengan hukuman setimpal….
[...] saat saya nulis postingan yang ini, Indonesia sedang gencar dengan gerakan Indonesia Unite yang berslogan “Kami Tidak [...]