Hidup meskipun Mati April 2, 2010
Posted by liyak in kisah nyata.trackback
” Yang paling tinggi derajatnya di kalangan manusia ialah yang namanya terkenal tetapi orangnya tidak dikenal”
tulisan tersebut ada dalam buku berjudul ” Hikmah dalam Humor Kisah dan Pepatah” jilid 1-6 karangan A Aziz Salim Basyarahil.
Mungkin yang dimaksud dengan “namanya terkenal” adalah karya atau sumbangsih.
Dalam hal ini, saya mengenal karya seseorang tapi tidak mengenal orangnya, ironisnya, saya mengenal orangnya setelah orangnya tiada.
Anggap saja saya kuper, tapi saya yakin i am not the only one.
Dulu, saat saya nulis postingan yang ini, Indonesia sedang gencar dengan gerakan Indonesia Unite yang berslogan “Kami Tidak Takut”
Temen-temen facebook ramai-ramai pasang profpic pin bertuliskan Indonesia Unite.

Saat itu, saya tak tau siapa pencetusnya. Karena saya milih untuk nggak nonton tivi yang saat itu beritanya memilukan hati. Saya hanya ikut merasa tergetar jiwa dalam rasa perih bersama sekaligus berani dan optimis bahwa Indonesia akan tetap baik-baik saja.
Bulan berganti
Suatu hari home facebook saya penuh ucapan duka dari teman-teman kepada seorang teman yang baru kehilangan anaknya..
Entah mengapa, saya jadi mengikuti postingan teman yang sedang berduka kehilangan putranya tersebut…
Dan ketika saya tau siapa putranya yang telah meninggal itu….saya..”nggregel”
Betapa selama ini saya telah abai
Bapak yang kehilangan anak itu adalah Raden Hardjoeno…dan anaknya -putra tunggalnya- bernama Alexander Abimanyu - founder Indonesia Unite-
Keduanya tetangga sekota yang belum pernah saya temui di dunia nyata (menambah level ke-abai-an saya ya?)
Membaca tulisan-tulisan Alex, juga tulisan-tulisan tentang Alex di akun ayahnya…membuat saya tak percaya bahwa orang yang membuat tulisan-tulisan nasionalis dan romantis itu…orang yang dikenang akan keindahan jiwanya oleh istri dan teman-temannya melalui tulisan-tulisan penuh kehilangan itu…telah tiada..
Dan pada akhirnya dalam pandangan subyektif saya, dia adalah bukti nyata dari kalimat di awal tulisan saya ini
Selamat jalan Alex…beruntung sekali aku mengenalmu meski kau telah pergi…
Dari judulnya aja keren,apalagi isinya…
jadi malu :”)