lelaki batu Maret 4, 2011
Posted by liyak in puisi.trackback
Diam dia disana
Tegak berdiri menggenggam sekeping hati
Didalamnya selaksa cinta tak tersampaikan
Mencoba tak menyalahkan waktu
Mencoba tak menyalahkan keadaan
Tatapnya garang dalam tenang,seperti elang
Urai rambutnya terhembus bayu
sisakan siluet hitam
Dia berkata
: Jadikan aku yang kedua
aku mau jadi apa saja-mu
kucinta kau dari dulu
Sang gadis menatapnya dalam sendu
Matanya mengatakan sesuatu yang tak dimengerti
Galau…
Lagi lelaki itu berkata
: jadikan aku yang kedua
sudi aku jadi kekasih gelapmu
tak mauku selain kau
Kali ini sang gadis berkata
: pergilah…
Langit tau ada perih menghembus
iapun menangis
rinainya adalah ritme luka-luka
nadanya menyayat-nyayat
seperti biola di tangan seorang amatiran
Sang lelaki tetap berdiri
kuyup
Ditangannya masih tergenggam sekeping hati
selaksa cinta didalamnya
Baginya…waktu adalah selamanya
…selamanya ia akan menanti…
dengan cinta yang sama
dengan segala rasa yang ia punya
Ia diam dalam harap
suatu hari takdir kan memeluknya
Ia tetap berharap
…meski saat ini ia tak tuli…
saat gadisnya berkata perih…
” dulu aku menunggumu…menunggumu…tapi kau diam….seperti batu”
: memandang batu, lelaki itu…
semoga tak kena kencing batu ya wkwkwkw