jump to navigation

tersesat Mei 31, 2009

Posted by liyak in puisi.
6 comments

bersua denganmu saat kutersesat

atau mungkin kita berdua

sama-sama tersesat

bersamamu kumerasa

kita tak tersesat

dan kini…..

aku sibuk minta maaf pada Tuhan

karena merindukanmu

saat aku sudah pulang

aku juga mohon ampun pada Tuhan

karena berharap

engkaupun demikian…..

Iklan

OBITUARY Mei 29, 2009

Posted by liyak in pengakuan.
7 comments

Beberapa hari terakhir, ada beberapa ta’ziyahan. Pertama, tetangga yang akrab dengan keluarga kami. Janda tua yang energik dan berjiwa sosial tinggi ( ukurannya : bahkan orang2 melahirkan yang dikenalnya pun masih beliau sumbang yang mana di kampung kami orang yang sudah sepuh banget dah bebas dari adat tilik bayi). Beliau ini juga rajin mendatangi majlis majlis ta’lim bahkan majlis barzanzi (paduan suara lagu2 perjuangan jaman dulu). 2 hari sebelum meninggal blio juga masih ikut pengajian. Kematiannya simpel sekali, pagi jatuh kepleset, siang meninggal, sore dimakamkan. Dan para tetangga terus membicarakan kenangan atas kebaikan2nya.

Yang kedua, istri temannya suami. Umur 30an, anak 2, yang besar kls 3 sd, yang kecil tk besar. Orangnya kalem. Meninggalnya juga simpel.Pagi merasa gak enak badan, minum obat, lalu tidur dan tidak bangun lagi. Orang2 mengenangnya sebagai istri ,ibu, dan teman yang baik.

Sebenarnya , tanpa 2 kematian itu sudah lama saya memikirkan ini (yang mana membuat saya menangis, tertawa dan kadang2 sedih). Saya sangat penasaran, kalo saya mati , kira2 apa yang akan dikenang dari saya oleh orang2 yang mengenal saya? Dan berikut ini kemungkinan2nya:

1. sahabat yang lucu

2. sahabat yang menikam dari belakang

3. orang gila yang tiba2 muncul dikehidupan cintanya yang baru mulai bersemi lalu memporakporandakannya

4. pedagang yang tangguh dan menerima segala pesanan

5. karyawan yang hobi telat

6. Orang yang motornya tidak pernah dicuci

7. teman liqo’ yang susah ngapalin surat2 pendek

8. istri yang sembrono

9. mantan  yang menjengkelkan

10. ibu yang galak

11. orang yang bikin menyesal mengenalnya

12. cinta mati yang mengkhianati

13. cewek bodoh yang gak tau kalo ditaksir (ini cuma kemungkinan aja)

14. wanita gemuk yang enjoy dengan 70 kgnya

15. guru berlidah tajam

16. murid yang mengesalkan

17. anak yang memalukan

18. adik yang bikin gak sanggup mengakuinya sebagai adik

19. tetangga yang sinis

20. anggota koprasi yang paling aktif utang

baru 20  item, tapi lihatlah prosentase antara prestasi dan kriminalitas sangat jauh jaraknya yang tentu saja banyak kriminalnya. Jadi ngeri dan sangat takut mati!

Kalo kamu, apa yang akan kamu kenang dari saya saat saya mati. jujur aja, gak apa-apa, beneran saya siap. siap mengakui, dan siap minta maaf lagi….

PS : Sebenarnya saya pengen juga dikenang sebagai orang hebat yang memilih meneruskan hidup daripada bunuhdiri. Tapi gak pernah ada yang tau saya pernah ada di tengah2 pilihan itu. Dan hari2 kedepan saya harap Allah memanggil saya saat saya mengingatNya……….

thursday night sexy talk Mei 24, 2009

Posted by liyak in cinta.
4 comments

Malem jum’at jam sepuluh malam ( dimana pasangan muslim mengutamakan malam ini untuk melakukan inseminasi atau kasarnya coetus-baek yang interuptus maupun terus menerus- demi mendapatkan tambahan pahala sunnah Rasul. tambahannya dibold untuk mengatakan bahwa melakukannya dimalam laenpun tetap berpahala asal sama suami/istri sendiri)

Suami: (berbisik) Dik, anak kita sudah bobok belum?

Istri    : (berbisik juga) Yang besar sudah Mas, yang kecil masih melek tu sambil tiduran nonton TV…gimana niiih (wajah tak sabar)

Suami: Wah, kalo kita nekat bisa berabe, kalo dia nimbrung kan bahayyyaaa…mana hobinya manjat-manjat lagi…bisa gak konsen kita

Istri    : Ya udah, kita paksa dia bobok aja. Sana Mas angkat dia ke kamar

(suara tangis si kecil membelah sunyinya malam tanda protes belum mau dikelonin)

Setengah jam kemudian….

Suami : Kayaknya dah bobok ni Dik….(memandang istrinya penuh nafsu)

Istri  : Iya Masss…dah pules…

Suami : Ayo Dik, kita lakukan sekarang (mendesah)…sebelum kantuk menjelang

Istri : Yu…k (balas mendesah)

Suami istri beringsut pelan-pelan dari ranjang. Mereka bergandengan mengendap-endap menuju loteng yang temaram…loteng yang cukup tinggi untuk anak umur 2.5 tahun main panjatan…loteng yang berbahaya…dan the most dangerous place is the savest place…

Di loteng temaram itu….terdapat tali temali untuk mempersukses permainan suami istri…

Dibawah tali temali itu…tlah menunggu tiga ember besar penuh cucian yang minta dijemur…

Dan menjemur adalah kegiatan malam jum’at mereka malam itu….(percayalah! hanya menjemur lalu balik ke kamar dan tidur…beneran!)

KESAH Mei 21, 2009

Posted by liyak in puisi.
add a comment

aku waras

aku tidak gila

atau mungkin belum

bisakah tak paksa aku

untuk memafhumi semua itu?

maukah kau mengalah

memahami saat ku mengeluh kesah?

aku sungguh takut

takut sekali

menjadi gila karenanya

atau mungkin…..

haruskah kumati?

agar kau menyadari….

azka pup Mei 19, 2009

Posted by liyak in cinta.
2 comments

abi (34 th) menunggui azka (2,5 th) pup / BAB.

azka : *jongkok,mengejan,berdiri melihat pupnya yang berbentuk bulat kecil* Abiii, (pupnya) kayak bakto (bakso,red)

Abi : yaa *berharap selesai*

azka : *jongkok,mengejan,berdiri melihat pupnya lagi yang kali ini bentuknya kecil memanjang* Abiiii, tekalang kayak uleeel (sekarang kayak ulat,red)

Abi : yaa *udah dong*

azka : *jongkok,mengejan,berdiri melihat pupnya : bulat lebih besar dari yang pertama* Abiiii, kayak balooon biiii

Abi : yaa *wah, kok malah tambah besar, bakalan lama nih*

azka : Biii, udah

Abi : *lega*

Pas azan maghrib, Ibu pulang dari ngelesi di luar kota diceritain dialog di atas oleh Abi, Ibu ketawa , langsung capek hilangnya hilang capeknya.

Nungguin anak pup gak selalu ngebosenin kan Bi….

(Gak usah dibayangin pupnya, kagumi aja imajinasinya….)

one romantic day Mei 18, 2009

Posted by liyak in cinta.
4 comments

Romantis adalah kata sifat yang artinya…..cari sendiri di wikipedia ya. Yang saya tau, romantis adalah sifat yang perempuan mau ada pada pasangannya.

Siapa sih yang gak pengen, bangun tidur dibuatin roti bakar dan segelas susu coklat hangat atau hot mint tea oleh suami?

Atau dibuatin puisi-puisi cinta yang bahkan diabadikan khusus di blog oleh si dia, sehingga dunia juga tau cintanya padamu.

Atau mungkin saat kamu ulang taon, tiba-tiba ada kotak kecil di meja kerjamu yang didalamnya ada kunci alpard (saya kurang suka cincin, kurang fungsional,apalagi bunga)…*ini romantis apa khayalis ya?tepatnya materialistis kayaknya….*

Atau mungkin, setelah seharian doing house  chores yang gak ada habisnya, si dia dengan ikhlas mijitin…

Aaaaaahhhhh indahnya….

But…suami saya bukan tipe yang begitu (tanpa kata ‘sayangnya’!). Ulang taon saya aja dia gak tau lho, ntar ingat ngucapinnya kalo dah ada temen saya sms yang kebetulan dia baca, atau kalo pulang kerja saya bawa kado dari teman.Bukannya dia gak pengen, dia pengen romantis kok, bahkan dia minta saya ajarin untuk bisa romantis (yang mana hal ini malah menambah ketidakromantisannya :-))

I have to deal with it anyway….

Namun…there’s  one romantic day i will never forget….

Ceritanya, saya diajak nganter anak2 kunjungan industri ke Bali oleh sekolah yang saya ngelesi siswanya. Suami ngantar saya sampai terminal.

Saya naik bus menuju sekolah yang lokasinya di Salatiga. Bus berjalan pelan saja, karena memang bus antar kota ambarawa-salatiga ini terkenal dengan kelambanannya (meski ada juga yang bisa ngebut).

Di Tuntang, bus berhenti. Betapa kagetnya saya ketika tau ternyata suami saya yang ‘menghadang’ bus. Dengan napas masih ngos-ngosan dia bilang

“dik,ini kameranya ketinggalan”

Saya terpana!

Mana romantisnya? mungkin itu pertanyaannya.

Gini, setelah dia nganter saya ke Bawen, dia langsung pulang. Belum sampe rumah, dia ingat kameranya masih dia kantongi, jadi dia berbalik, memacu motor tua kami mengejar bus tua yang saya tumpangi.  Itu Perjuangan berat lho!!Motor tua mengejar bus tua, romantis kaaaaaannnnn?

Coba sambil bayangin film2 yang ada adegan slow motionnya ya….semisal seorang gadis dengan bom di tubuh…lalu sang pujaan hati berlari ke arahnya untuk memeluknya….(betul, ini film india, judulnya Dil Se, yang maen Shah Rukh Khan dong!)

Gak setuju ya terserah deh, tapi bagi saya, that was one romantic day i ever had….dan selama di bali….saya merindukannya…(bukan!bukan busnya!!!!!!)

bali padu ra bali rindu Mei 17, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
8 comments

pernah liat tulisan seperti judul? dalam bahasa Indonesia artinya :kalo  pulang bertengkar, tapi kalo gak pulang kok kangen. Tulisan itu saya liat di bak truk.

Yup! Saya gak mau cerita tentang kondisi rumah tangga saya yang alhamdulillah baek2 saja. Saya mau cerita tentang tulisan2 yang ada di bak truk yang mirip bangeds tagline saya ( bisa bikin ketawa, nangis,bete n sebagainya)

Rumah saya di pinggir jalan (gak mungkin di tengah jalan kaaaannn) antara ambarawa dan magelang. tipenya jalan propinsi. jadi dah biasa dilewati orang2 yang mobile antar propinsi, termasuk para RI 1 dah pernah lewat depan rumah saya yang mana ternyata lewatnya mereka cukup mempengaruhi keadaan jalan di depan rumah saya, paling tidak,kalo mereka mau lewat, maka DPU sibuk ngalusin jalan tersebut.

Sebenernya yang bikin jalan cepet jebol tu….saya sendiri gak yakin antara : bus2 AKAP,AKDP or truk2 pasir dari muntilan or tronton2 yang mau ke tanjung emas or para kontraktor proyek perbaikan jalan yang mungkin berbeda dalam anggaran dan pelaksanaan.Tauk deh

Yang jelas saya suka mengamati tulisan2 di bak truk yang lewat, antara laen:

1. isih penak  (dengan gambar cewek tergeletak menantang) yang mana mengaburkan makna isih penak (masih enak), yang masih enak truknya apa mbaknya.

2. dudu patale tupile….butuh waktu lama bagi saya untuk ngeh maksud tulisan ini yang ternyata dudu pacare sopire alias bukan pacarnya si sopir. maksudnya?

3. kutunggu jandamu

4. kalah tuwo menang roso (entah yang dimaksud kalah tua menang rasa atau kalah tua menang kuat)

5. doa anak sholih disertai gambar seorang anak kecil yang sedang berdoa.

6. apik ketitik ala raimu ( baek pasti keliatan, jelek wajahmu)

ada juga judul2 lagu seperti:

1. benci tapi rindu

2.sahara

3. jangan pernah berubah

Tapi saya begitu terkesan tulisan yang saya jadikan judul itu. tulisannya asal, mungkin ditulis pake labur (kapur untuk ngecat pagar), putih diatas bak truk warna hitam…tapi maknanya dalam bangeds…saya yakin, kadang orang yang dah berumah tangga pernah juga ngrasain hal itu….*sok yakin mode on*

pernah terkesan dengan tulisan di bak truk? apa bunyinya?

Facebook Mei 15, 2009

Posted by liyak in pengakuan.
add a comment

Saya tidak akan membahas tentang apa, siapa penemu maupun tetek bengeknya Facebook. Saya cuma mau bilang gara2 facebook, saya jadi ketemu sohib masa SMP saya, dan gara2 ketemu dia saya jadi ingat dulu saya punya nama panggilan Ocha. Ngikik malu saya kalo inget sejarah nama itu.

Ceritanya dulu saya bersama 4 gadis lainnya tergabung dalam geng berjudul D’borra! Mau tau arti D’borra!? Damai BOleh Ribut-Ribut Ayo! (minggir tu geng nero). Namanya memang garang, tapi tidak bisa menakutkan dengan tampang kami yang mempesona penuh kelembutan (muntahnya jangan di depan laptop!)…dan karena intinya kami cinta perdamaian, maka dalam sejarah geng kami hanya 1x kami- bukan ding, cuma saya kok- berkelahi. Sori mori kalo sampeyan kira saya berkelahi dengan sesama cewek apalagi dengan alasan rebutan cowok. Saya berkelahi sama cowok! C O W O K ! tapi bukan itu yang mau saya bahas tadi. apa ya tadi?

Oya, soal nama Ocha. Bahasa Inggris adalah minat saya sejak dalam kandungan ( dah saya bilang muntahnya jangan disini!), maka saya-kalo orang jawa bilang- sok kaminggrisen, semua semua diinggriskan. Nama asli saya diambil dari bahasa Arab yang artinya  diatas, naa karena bahasa inggrisnya diatas itu on, maka nickname saya On…tapi berhubung On bisa mengundang pelecehan dan mispersepsi dari berbagai pihak semisal dikira On itu kependekan dari blo’On ato Ondel2 maka saya bersikeras untuk diubah menjadi Ocha saja. Widya saya nisbatkan menjadi Ms Knowledge, Lulus menjadi Pass, Pungky (yang nama panjangnya saya lupa tapi yang jelas ada yang bisa diartikan kemenangan) saya namai The Victory, dan Etik Cahyarini sebagai…sumpah saya dah usaha untuk mengingat tapi saya tak mampu mengingatnya, saya cuma ingat yang saya Inggriskan Cahya-nya…saya gak yakin kalo saya kasih nama dia Light…kayaknya Lamp deh…lamp kan ngluarin cahaya…aaargh lupa! lagian itu dah 17 tahun yang lalu.

Dan secara namanya aneh-aneh…maka cuma Ocha saja yang enak diucapin….gitu sejarahnya…cukup memalukan kan?

Kalo kamu? Apa nama panggilanmu saat SMP? Dan kenapa kamu dipanggil gitu? Cerita doooooonggggg…..

(sampai tulisan ini saya posting, saya juga masih gak ngerti kenapa saya pake judul Facebook)

Purnama Mei 10, 2009

Posted by liyak in puisi.
4 comments

sang gadis termenung menatap keluar jendela

di langit purnama membawa selaksa rasa

rindu siapa yang dirindukan

rindu bolehkah merindukan

cintanya tak perlu dipertanyakan

setiap nafasnya adalah doa

setiap detak jantungnya adalah cita-cita

suatu saat senyum itu kembali jadi miliknya

dan dibawah purnama

dia bertanya-tanya

mungkinkah yang dirindukannya

sedang merindukannya sama

Cita-cita Mei 9, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
add a comment

‘kita harus punya cita-cita nok tinggi, Kal’ begitu kata Lintang di film laskar pelangi..

Saya suka ngikik kalo inget cita-cita saya dulu

Waktu SMP, dengan pede saya menulis : psikolog dan novelis terkenal di kolom cita-cita pada buku tahunan.

Psikolog gagal, tapi masih untung gak jadi psikopat.

Novelis?  Saya pernah maksa temen saya yang penulis dan sudah punya 2 novel (ada yang kenal Dian Purnomo?) untuk menulis kisah hidup saya dalam novelnya karena saya yakin, kalo yang nulis dia Raam Punjabi or whatever Punjabi akan tertarik men-sinetronkannya.

Cita-cita berubah saat SMA.

TKW. Sumpah, itu cita-cita saya! Tentu saja TKW yang bukan pembokat ya. Kalo jadi pembantu sih kayaknya saya cepet matinya disiksa majikan karena malas.

Why TKW? karena saya pengen liat luar negri dan utamanya saya pengen ngerasain naik pesawat terbang.Rencananya uang hasil kerja akan saya gunakan untuk menghajikan ortu dan keliling dunia. Niat ini begitu besar sampe saya mendatangi sebuah PJTKI resmi jauh hari sebelum saya lulus SMA.

Tapi semua tinggal cita-cita. Saya terganjal ijin ortu. Dan saya termasuk anak yang tidak berani nekat.

Akhirnya, saya mengikuti pengarahan ortu untuk kuliah di PTN yang dipilihin ortu.

Saya tidak menyesal telah ‘patuh’ pada ortu… tapi sometimes…just sometimes…saya membayangkan akan seperti apa saya hari ini andai saat itu saya nekat jadi TKW.