jump to navigation

Ngerjain PR a la Taqiyya Juli 31, 2009

Posted by liyak in cinta.
8 comments
  • undang Nida dan Dila- dua sohibnya yang beda sekolah- maen ke rumah
  • maen sekolah-sekolahan
  • Taqiyya jadi gurunya

T : Coba Mbak Nida bisa nulis ini tidak? (menyerahkan buku PR ke Nida)

N : Bisa dong…gampang ini (menulis dengan cepat dan rapi)

T : Cukup…cukup…ganti dhek Dila. Bisa tidak dhek? (mengambil buku di tangan Nida, diserahkan ke Dila)

D : Bisalah, udah diajarin bu guru tadi. (menulis pelan dan rapi sampai selesai)

T : Wah Mbak Nida sama dhek Dila pinter-pinter. Dah, sekarang ganti maen boneka yuk. (menyimpan buku PRnya di tas)

Iklan

Ampuni Saya…. Juli 30, 2009

Posted by liyak in pengakuan.
add a comment

Ampuni saya ya Allah atas kesombongan , kekhilafan, ketakpedulian saya selama ini.

Ampuni saya karena merasa bersalah atas sesuatu yang tak ada kuasa saya atasnya.

Sungguh Engkaulah pemilik hati, dan hanya Engkaulah yang mampu membolak-balikkannya.

Jangan Engkau balikkan hati saya setelah Engkau beri petunjuk…

Dan saya mohon ampun padamu ya Allah…karena tak bisa mencegah murid yang Engkau titipkan padaku murtad….

Sungguh…saya sedih…dan kesedihan ini saya akui sebagai bagian dari kesombongan saya…dan saya mohon ampun untuk itu…sebab ayatMu tlah jelas : Tak ada paksaan dalam (memeluk) agama…..*Al Baqarah 256*

???? Juli 25, 2009

Posted by liyak in cinta.
4 comments

Menghadapi anak perempuan umur 6,5 tahun seperti Taqiyya kadang2 membuat saya merasa menjadi orang terbodoh sedunia. Bagaimana tidak? Dia banyak sekali mengajukan pertanyaan yang kadang saya jadi serba salah menjawabnya.

Taqiyya   : Buk, minta uang buat jajan.

Saya          : Tadi kan udah. Uangnya dah abis.

Sorenya saya ke dokter eh perawat, untuk memeriksakan diri atas gangguan yang terjadi di kandung kemih saya.

Taqiyya  : Mau kemana buk?

Saya         : Periksa kak. kakak dirumah sama adek ya

Taqiyya  : Katanya uangnya dah habis, nanti bayar periksanya gimana?

Saya         : ???????????????

“Hallo…Pak Prabowo?” Juli 24, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
2 comments

Pengembaraan saya sampai di sebuah sekolah menengah kejuruan. Siang itu guru-guru teknik otomotif sedang membahas pagar besi dan teralis. Mereka butuh gerinda untuk memotong-motong besi. Sayangnya sekolah itu belum punya, secara sekolah itu baru berumur 2 th, jadi lebih mengutamakan membangun gedung yang memadai dulu.

Guru Otomotif 1  : Kalo beli baru sekarang berapa ya?

Guru Otomotif 2  : Ya tergantung merknya. Tapi masalahnya sekolah kayaknya lagi gak ada dana ni Pak.

Guru Otomotif 1  : Apa pinjam dulu aja? Tapi yang punya gerinda siapa ya?

Guru Fisika -yang dari tadi cuma diem : *klik klik keypad hape lalu bicara dengan mimik muka serius dan nada suara yang akrab*  Hallo…Pak Prabowo? Pak, bisa pinjam GERINDRAnya sebentar?

Guru2 Otomotif : *menoleh ke guru fisika sambil mengeryitkan dahi dan butuh beberapa detik untuk kemudian ngakak*

**guru fisika yang satu ini emang sukanya mleset2**

dermawan Juli 20, 2009

Posted by liyak in pengakuan.
4 comments

sebagai orang tua yang (pengennya) baek, saya mengajarkan apa yang diajarkan oleh ibu saya waktu saya kecil pada anak-anak saya :

  • jika punya makanan, maka berbagilah dengan teman
  • jika makanannya dikit, makannya harus pas gak ada teman, tidak boleh dipamerkan

tapi kenapa saya ’emosi’  waktu Taqiyya mengundang teman2nya untuk menghabiskan isi kulkas ya?

BOM ITU Juli 18, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
8 comments

maaf, kali ini terpaksa saya nulis hal penting.

Kemaren pagi, untuk kedua kalinya JW Marriott hotel Jakarta, dibom lagi.Beberapa detik berikutnya Ritz Carlton hotel yang tak jauh dari JW Marriottpun dibom.

Memang, kata polisi itu jenis bom low explosive…

Tapi efeknya luar biasa, juga bagi saya yang bahkan dengar ledakannyapun tidak.

Pikiran dan hati jadi terganggu dengan pernyataan-pernyataan yang bersliweran di tivi,koran, dan wall facebook.

Mengutuk pembom, boleh-boleh saja. Tapi jika lalu mengaitkan pilpres, agama dan sebagainya, menurut saya kok malah memperkeruh suasana. Yang paling membuat saya tersinggung, ada teman yang menganalogikan agama sebagai pohon dan penganutnya sebagai buah, jika pohonnya baik maka buahnya baik, jika buahnya tak baik, maka pohonnyalah yang tidak baik. Analogi macam apa itu? Kalo ada mangga yang busuk, apa iya pohonnya yang harus dibasmi?

Dan saking ‘judheg’nya (gak ngerti jalan pikiran orang itu), akhirnya orang itu saya remove dari friend list saya. Daripada saya terpancing pada perdebatan yang tidak membawa kebaikan, lebih baik begitu.

Saya bukan rasialis yang hanya mau berteman dengan SARA tertentu. Tapi saya memang tidak bisa berteman dengan orang yang tidak menghargai perbedaan.

Bukankah justru teroris itu menang saat kita jadi saling bertengkar?

Saya tidak peduli apa sesembahan orang lain, tapi saya juga tidak mau orang mengusik sesembahan saya. Apalagi menuduh sesembahan saya sebagai biang kerok semua aksi teror itu.

Pada akhirnya, saya berdoa semoga para korban meninggal itu meninggal dengan akhir yang baik, korban luka-luka semoga cepat pulih dari luka fisik dan traumanya, aparat mendapat petunjuk yang benar tentang para pelaku sampai otak pengebomannya dan berhasil menangkapnya lalu mengadilinya, dan kita….tetap bersatu dalam perbedaan, saling menghargai dan tak perlu bertengkar berdasarkan dugaan- dugaan. Amien

PS : bagi yang udah beli tiket nonton Manchester United, katanya uang akan dikembalikan utuh. Saran saya, kalo dah diterima, sedekahin aja.

Hampa Juli 16, 2009

Posted by liyak in puisi.
12 comments

saat kau pergi

tertoreh sepi yang melukai

tak ada tangis, tak juga tawa

hanya luka yang menganga

lalu kau kembali

tawarkan nyala api

yang mungkin kan hangati

tapi sungguh

aku tak mengenalmu lagi

juga rasa yang dulu kumiliki

Taqiyya Hilang ! (?) Juli 14, 2009

Posted by liyak in cinta.
7 comments

Hari kedua sekolah. Saya menjemputnya jam setengah sepuluh. Teman-temannya masih banyak yang nunggu dijemput, tapi Taqiyya TIDAK ADA.

Alhamdulillah saya bukan jenis ibu yang gampang panik, meskipun hati kebat-kebit. Saya tak mau membuat gurunya merasa bersalah. Langsung saja saya balik arah menuju pasar tempat ibu saya jualan yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari sekolah Taqiyya. Dan ternyata dia sudah asik bermain di sana.

Saya      : Kakak pulang sama siapa?

Kia         : Sendiri. Aku nyegat angkot sendiri lho Buk. Ibuk nyariin aku?

Saya      : Lha yang bayar siapa? Kakak kan tadi cuma bawa uang seribu, apa gak jajan?

Kia         : Tadi ibunya Nova udah ambil fotonya Nova yang ada di tasku. Aku bilang kata ibuk  harganya tiga ribu, trus dikasih uang tiga ribu. Yang seribu kubuat jajan, yang duaribu buat bayar angkot.

Saya      : Lah! kebanyakan bayar angkotnya, besok lagi kalo bayar seribu ajah. Besok mau naek angkot sendiri lagi?

Kia         : iya

Saya      : Besok ibu kasih sangu dua ribu, seribu buat jajan, seribu buat ngangkot. Mau?

Kia         : Ya. Aku berani to Buk?

Iya sayang, meskipun bikin bingung orang, tapi Ibu lagi-lagi bangga padamu.

Hari Pertama Juli 13, 2009

Posted by liyak in cinta.
4 comments

Hari ini hari pertama :

  1. Taqiyya Kamila masuk MIN ( Madrasah Ibtidaiyah Negeri). Sekolah pilihannya sendiri karena tadinya saya pengen dia sekolah di SDIT. Saya ngalah bukan karena saya ibu yang baik, tapi karena alasan ekonomis hehehe. Nggak cuma itu kok. Saya tau gimana rasanya dipaksa masuk sekolah yang tidak diinginkan, dan saya gak mau anak saya merasakan ketidaknyamanan.DSCF2931 Ayahnya mengantarnya sedikit terlambat, secara kami sekeluarga baru pulang dari Jawa Timur jam 1 dinihari tadi. Alhamdulillah dia tidak nangis. Dan ketika saya jemput, dia sedang duduk ngobrol dengan salah satu kakak kelasnya yang baru dikenalnya. Saya bangga padanya, bukan karena prestasinya , bukan karena cantiknya (dia pernah jadi finalis lomba foto yang diadakan oleh susu kesukaannya), bukan pula karena IQ-nya 115. Dia adalah anak yang membuat saya menangis karena saya merasa tak pantas diberi anugrah seindah itu. Dia adalah anak dermawan terhadap sesama, sampai kadang saya malu sendiri karena dialah yang selalu berinisiatif untuk memberi sedekah pada ‘orang miskin’ (begitu dia menyebut peminta-minta) yang kami temui di jalan. Dia mudah sekali melupakan kekasaran saya padanya dan bahkan dialah yang minta maaf telah membuat saya marah (padahal dia tidak bersalah!). Dia juga ramah pada siapa saja dan tidak kenal ‘memusuhi’ teman, meski kadang teman2nya menjengkelkan sekali (bagi saya yang membelikannya sepeda, lalu temannya seenak sendiri mempretelinya!). Ketika saya menamainya Taqiyya Kamila,  hanya satu harapan saya padanya…menjadi orang yang bertakwa secara sempurna….dan saya pikir itu memang cukup.
  2. Abi pergi KKN. Suami saya berangkat KKN ke Magelang. Sepertinya hanya 40 km dari rumah, tapi berasa berkali lipat. Dan saya merasa bukan istri yang baek karena melupakan hal-hal penting ketika menyiapkan perlengkapannya. 3 hal penting yang saya lewatkan adalah :
  • charger hapenya
  • selimut (dirumahpun begini dingin, apalagi di pegunungan tempatnya KKN)
  • Al Qur’annya!

Maafin aku ya bi……….but trust me : I love U full (lah! belum minta ijin Mbah Surip nih)DSCF2625

PS : foto disamping kanan ini tidak boleh dikomentari! Dibatin aja yah!

Ayik Ifadinoor Juli 13, 2009

Posted by liyak in cinta.
2 comments

Dia adalah seorang wanita tangguh yang pernah saya kenal. Saya sangat iri dengan keberaniannya dalam mengambil sikap dan kemandiriannya. Dia tak begitu cantik, tapi pria2 ganteng banyak yang naksir. Selepas SMA, nekat dia merantau ke bumi Andalas, ngenger sebentar di rumah Oom, lalu begitu mendapat kerja di sebuah stasiun radio sebagai penyiar, dia memutuskan untuk ngekos. Dan Ayik Ifadinoor dipilih sebagai nama udaranya.

12 tahun dia di Lampung, mendapat jodoh disana, melahirkan seorang putra….. Tak selalu bahagia, tapi dia benar2 tangguh.

Awal tahun 2003 dia pulang ke Jawa, demi mencari obat untuk penyakitnya. Hanya sebentar. Lalu pertengahan 2003, dia pulang lagi ke Jawa masih dalam rangka menyembuhkan penyakitnya. Penyakitnya benar2 tlah menggerogoti jiwanya….

Tiada sorot mata optimis lagi…yang ada hanya tatapan kosong….

Rintihannya tadinya mengganggu saya, hingga lama2 saya terbiasa. Saking terbiasanya, saya tidak segera bangun menengoknya ketika 6 Desember 2003 jam setengah sepuluh malam dia berteriak-teriak kesakitan sambil minta ampun pada Allah…ketika saya akhirnya bangun , dia malah sudah tidur ……….selamanya…….

Hari ini saya mengenangnya….dan mendoakannya…..

Bukan Ayik yang saya sebut dalam doa, tapi Khomsah Alifatun….nama aslinya.

Hari ini, 39 tahun yang lalu…dia dilahirkan….

“Selamat ulang tahun Kak….Semoga tidurmu nyenyak disana

Ssssst, bilangin sama Dia ya, akupun pengen banget dipanggil saat memohon ampun padaNya……seperti Kakak….”