jump to navigation

“Air Laut” menurut Taqiyya Kamila Agustus 24, 2009

Posted by liyak in cinta.
9 comments

Jum’at tanggal 21 kemaren, saya ngajak Kia ikut touring yang diadakan sekolah dalam rangka perpisahan dengan kepala sekolah.

Perjalanan ke Pantai Depok Jogja sungguh asik, diwarnai aksi Kia teler karena jalan yang berkelok-kelok dan dia milih duduk di belakang, ada juga murid dan teman saya yang diajak kenalan polisi Sleman dengan biaya perkenalan 25rb / orang yang tentu biaya ditanggung yang diajak kenalan karena melanggar lampu merah.

Di Pantai Depok, kami bersenang-senang sekedarnya, belanja ikan segar yang lalu dimasakkan sama warung2 penyedia jasa bakaran, mandi-mandi dikit di laut, lalu pulang dengan oleh-oleh kerang dan ikan segar. Sampai di rumah Kia langsung bobok. Saya? Ya bersihin ikan dan kerang2 itu sebelum busuk. Agak sedikit aneh apa yang dikatakan oleh penjual ikan cakalang yang saya beli.

Saya       : Bu, kalo saya bawa pulang dalam keadaan segar, ntar busuk gak ya? Rumah saya Ambarawa.

Penjual : Kalo Anda mengolahnya sebelum jam 12 malam nanti, ikannya masih baik. Tapi kalo lebih dari jam 12 malam, udah busuk.

Makanya, begitu sampe di rumah jam 10 malam, saya cepet-cepet mengolahnya, kuatir kalo ternyata itu ikan jadi-jadian yang setelah lewat tengah malam kembali ke wujud aslinya yang tidak bisa saya bayangkan.

Yang mengejutkan, keesokan harinya tiba-tiba Kia menyampaikan suatu hal yang baru bagi saya.

Kia    :  Buk, sekarang aku tau kenapa air laut itu asin.

Saya : Kenapa emangnya?

Kia    : Aslinya air laut tu nggak asin Buk, tapi karena banyak orang yang nyebur ke laut, keringetnya pada campur, jadi deh bikin asin air laut.

Saya : Siapa yang bilang?

Kia    : Aku dong. Aku kan berpikir…berpikir… *bibirnya manyun dan telunjuk kanannya menunjuk-nunjuk kepalanya sendiri*

Pemikiran yang aneh………………:-)

Iklan

Renungan menjelang Ramadhan Agustus 15, 2009

Posted by liyak in pengakuan.
2 comments

Barusan dari ta’ziyah di dua tempat.  Yang pertama, seorang nenek berumur diatas 60 th, yang kedua seorang  bayi berumur 3 bulan.

Betapa memang kematian tak ada hubungannya dengan lahir, tua, maupun sakit.

Ibu si bayi sebelumnya pernah keguguran saat bayi di rahimnya berumur 7 bulan.

Belum dilahirkan, sudah meninggal. Bahkan banyak juga yang belum sempat lahir memang sengaja dibunuh. Astaghfirullahaladzim……….

Kakak saya meninggal dalam usia 33th (hanya lebih tua setaun dari umur saya sekarang). Usia produktif. Anaknyapun baru saja dikhitan sebelum dia meninggal. Belum tua kan?

Atau, lihat si bayi 3 bulan itu. Baru 3 bulan! Jauh dari tua.

Dan memang tidak perlu sakit untuk meninggal, korban bom-bom itu juga sedang sehat dan beraktifitas. Atau Pakde saya, yang habis sholat subuh dikira dzikir oleh anaknya ternyata sudah meninggal.

Saya memang suka membicarakan kematian. Untuk selalu mengingatkan diri sendiri atas dosa-dosa yang sudah saya lakukan. Untuk selalu menyesalinya dan memohon ampun sebelum ajal menjelang.

Sering kita melecehkan orang atas dosa2 mereka, seakan kita paling suci. Bahkan hanya untuk menguburkan jenazahnyapun kita tak sudi ketempatan.

Orang-orang yang terkena AIDS, yang kita hina karena dosanya yang mengakibatkan dia terkena AIDS, bisa jadi adalah ahli surga. Bisa jadi Allah menerima taubat mereka begitu mereka tau terkena AIDS.

Saya tak yakin saya telah bertobat atas dosa-dosa saya dahulu karena Allah……..

Jangan-jangan ini terpaksa saja karena saya punya anak-anak yang harus saya beri teladan yang baik.

Jangan-jangan ini hanya karena ingin dilihat dan dipuji orang saja.

Jangan-jangan ini hanya keadaan.

Saya jadi malu ketemu Ramadhan lagi. Tapi saya juga berharap Ramadhan taun ini bisa saya jalani dengan baik, lebih baik dari taun lalu.Saya berharap puasa saya nanti tidak hanya tentang menahan haus dan dahaga, tapi tentang menundukkan diri sendiri dari segala nafsu….bahkan nafsu yang tersembunyi sekalipun….dan saya ingin semua itu hanya karena Allah.

Maukah kamu ikut membantu saya dengan doa?

Terimakasih Allah Agustus 12, 2009

Posted by liyak in pengakuan.
8 comments

Sebelum Mbah Surip meninggal, beliau mengigau ‘I love you full’.

Sesaat sebelum menjemput ajal, WS Rendra berbisik ‘ I love you, Allah’

Indahnya mati dalam cinta…………

Tapi saya belum ingin mati………..

Maka saya akan memanfaatkan nafas yang masih tersisa ini untuk say thanks to Allah.

Terimakasih telah percaya pada janji saya saat saya masih di gua garba

Terimakasih telah membiarkan saya tetap hidup meski tlah terbukti saya ingkar janji

Terimakasih tlah menciptakan saya dalam bentuk yang sempurna

Terimakasih untuk dua mata saya yang tidak buta warna

Terimakasih untuk dua telinga saya yang tidak tuli

Terimakasih untuk lidah saya yang bisa merasa pahitnya daun pepaya juga manisnya gula

Terimakasih untuk alis dan bulu mata saya yang tidak bertambah panjangnya

Terimakasih untuk hidung yang kedua lubangnya menghadap ke tanah, hingga saya tak kesulitan melesit saat pilek

Terimakasih untuk mulut yang terbelah horizontal bukan vertikal

Terimakasih untuk tai lalat-tai lalat tak berbau yang mewarnai muka saya

Terima kasih untuk oksigen gratis selama 32th lebih

Terimakasih untuk bulu hidung yang Kau tugasi menjadi avantgard bagi paru-paru saya

Terimakasih untuk gigi saya yang rapi tertata

Terimakasih untuk tulang-tulang saya yang Kau letakkan dalam tubuh saya bukan di luarnya

Terimakasih untuk rahim yang Kau titipkan beserta isi dan perangkatnya

Terimakasih saya normal

Terimakasih untuk jari jemari yang bentuknya mengingatkan saya pada namaMu

Terimakasih untuk semua tanda lahir saya

Terimakasih untuk sidik jari saya yang tak kan mungkin tertukar dengan milik Nurdin M Top

Terimakasih untuk tiap helai rambut di kepala saya

Terimakasih untuk jantung saya yang berdegup kencang saat kaget,takut, dan jatuh cinta

Terimakasih untuk suara besar saya

Terimakasih untuk bentuk badan saya yang sangat wanita

Terimakasih untuk jempol2 kaki saya yang lebih besar dari jari2 kaki lainnya

Terimakasih untuk kotoran telinga yang meskipun bau tapi tak pernah mengundang kecoak untuk mendekatinya…..

………………………

……………………

……………………………..Allah……………

sungguh bila komputer saya ini 1 milyar giga skalipun…………..

tak kan mampu saya menyebut nikmatMu satu-persatu

Bagaimana mungkin saya bisa?

Bagian-bagian tubuhpun saya tak hapal

jangankan hapal………..bahkan saya banyak yang tak tau namanya!

Yang saya tau Kau pasti tau

bahwa untuk menulis inipun, otak saya berkelonjotan…gelagapan

hati saya malu……….kelu

Banyak nikmatMu, sedikit saya mensyukurinya

Berkelimpahan cintaMu………..pengkhinatanlah  balasan saya

lalu pantaskah bila saya cemburu pada kakak yang kembali dengan memohon ampun padaMu

masih bolehkah saya berharap….bahwa jika nanti tiba jadwal Izroil mengunjungi…….

saya mau bilang……..”I love you full Allah”………atau……..” I love you Allah”

atau mungkin lebih sederhana……………….”terimakasih Allah”

Bolehkah……………………..?

Boleh ya…………?

Tetaplah disitu Agustus 9, 2009

Posted by liyak in puisi.
15 comments

Jangan mendekat

walau sedepa…..

Bukan karna ku tak percaya

Bukan pula karna aku masih merasa terluka

Percayalah….

Duka dan luka juga airmata

yang pernah kunikmati karenamu

tlah terhapus maaf sejak dulu

Jangan mendekat…

walau sejengkal

apalagi mempertanyakan

cintakah dulu aku padamu

Karna aku tak yakin

Kau sepaham tentang makna cinta denganku

Percayalah…

aku tak kan lupa

kita pernah bersama

apapun arti kebersamaan itu

…..di masa lalu……

dan kau….

tetaplah disitu…..

kondangan Agustus 9, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
2 comments

dinamika hidup di desa

kondangan, bezuk, tilik bayi, dan ta’ziyah

kadang sehari bisa 6 kali

banyak yang sambat

sampai-sampai merantau

jadi PRT ke ibukota

dengan bayaran yang sama

bila mbabu di desa

demi agar uang terkumpul

tidak dikit-dikit untuk kondangan

di desa, tak perlu kartu undangan agar kau datang

cukup stel musik dangdut keras2, maka yang

dengar akan datang

kadang saya berfikir,

setelah orang tau Islam dengan lebih baik

Bulan Suropun tak ada pantangan untuk mengadakan hajatan

bagaimana kalo

kita kembalikan tradisi jawa

yang tidak mengadakan hajatan (menikah dan khitanan) saat bulan Suro

tapi tentu saja bukan karena syirik….

hanya karena agar ada bulan untuk masyarakat

sedikit istirahat…

saya bilang sedikit karena saya tidak bisa melarang orang melahirkan, sakit dan meninggal

di bulan Suro

Jadi gimana?

Pernahkah? Agustus 8, 2009

Posted by liyak in puisi.
8 comments

…kau jatuh cinta sejatuh jatuhnya?

dimana cinta jadi terasa menyesakkan dada

pernahkah?

kau memendam cinta sedalam-dalamnya?

dimana teriakanmu hanya sebuah gema…

kau menyembunyikan cinta serapat-rapatnya?

dimana anginpun tak sanggup mengabarkannya

pernahkah?

…kau ingin mengatakan ‘aku cinta kamu’?

tapi keadaan membuatnya jadi tabu…

lalu cinta itu…hanya cinta sunyi

yang menari dalam khayalmu sendiri…

lalu cinta itu…manjadi api cemburu

yang diam tapi pasti menjadikan hatimu abu…

lalu cinta itu…menjadi anak sungai

yang mengalir lewat bening matamu

tanpa seorangpun tau

pernahkah engkau sadar telah jatuh cinta

tapi…di sisi keyakinanmu yang lain

engkau juga tau…bahwa menyatakannya

adalah tak mungkin?

pernahkah?

bagaimana rasanya?

sakit?

Mbah Surip di mata anak saya dan kawannya Agustus 4, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
6 comments

barusan jemput Taqiyya mengaji. Nida ikut bareng pulang

T : Buk, Mbah Surip meninggal lho…

S : Innalillah…kapan kak? (padahal dah tau)

T : Tadi jam sepuluh

N : Lha Mbah Surip nggendongin sekeluarganya, jadinya capek terus meninggal..

T : Sama kebanyakan bilang hahahaha ya Mbak…Kasian Mbah Surip ya Buk

S : *ngangguk tapi pikiran masih mikirin kata-kata Nida*images

* maafkan anak saya dan temannya Mbah…saya yakin mereka tak paham apa yang mereka katakan

Slamat jalan Mbah…Semoga engkau khusnul khotimah…..sungguh kepergianmu kembali mengingatkan saya untuk mempersiapkan bekal saya……

the shawshank redemption Agustus 4, 2009

Posted by liyak in klangenan.
6 comments

sumpe! i luv this movie. morgan freeman is so cool!

quote : hope is a good thing and maybe the best of  things and no good thing ever dies!

and the best quote is :

GET   BUSY LIVING OR GET BUSY   DYING

@$%#*&%:(:( Agustus 3, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
6 comments

mungkin pernah liat judul kayak gitu.

bukan maksud ngejiplak, meski dia salah satu favorit saya. semata, saya kini mengerti rasa yang dia rasa.

menjadi tumpahan kemarahan orang yang have nothing to do with me personally and profesionally adalah hal yang betul2 s*cks! apalagi dengan pengetahuan atas kinerja, dedikasi dan kompetensinya yang tidak memadai.

siapa dia? kenapa? bagaimana? dimana?

itulah yang membuat saya @$%#*&%:(:(

gak mau cerita tentang dia!

tapi GONDOK!!!!!!!