jump to navigation

bisakah aku seperti wanita itu? September 30, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
add a comment

Judul diatas bukan karena saya tidak mensyukuri apa adanya diri saya.

Tapi ini kisah mengharu biru yang saya dengar hari ini, tentang pengabdian seorang istri.

suatu ketika pada tahun 1989

Seorang lelaki, guru berpenghasilan 160rb perbulan, sangat berharap bisa naek haji yang saat itu ongkosnya sekitar 5jt-an. Tentu jauh panggang dari api.

Istrinya yang sederhana bertanya : Benar Bapak ingin naik haji?

“Iya Bu, tapi mungkin masih lama mengingat penghasilan kita yang segini” jawab sang guru

“Berangkatlah Pak, ini Ibu punya uang 8jt, Ibu kira cukup untuk keberangkatan Bapak”

kagetlah lelaki itu “Darimana uang ini Bu?”

“Pak, Ibu kan tidak berpenghasilan, selama jadi istri Bapak, ibu menempatkan diri sebagai khadimat -pembantu- Bapak, maka tiap Bapak memberi uang belanja, Ibu sisihkan sedikit sebagai bayaran Ibu, dan itulah hasil dari tabungan Ibu”

berkaca-kacalah sang suami “Itu uangmu Bu, berangkatlah kau naik haji”

“Tidak Pak, Bapak saja yang berangkat naik haji, nanti sampai disana doakan lain waktu Ibu bisa naik haji” jawab istrinya tulus

Akhirnya, setelah minta pertimbangan dari orangtuanya, si lelaki menuruti keinginan istrinya. Sendiri ia berangkat haji, disana dia menangis tersungkur memohon pada Tuhannya agar bisa kembali lagi membawa istrinya serta.

Dua taun berikutnya, Allah memberi rizki untuk mereka berdua melaksanakan haji. Bahagia hati si lelaki dapat ‘membayar’ budi baik si istri. Dengan riang mereka mempersiapkan diri. Allah sungguh penuh rahasia, dan rahasianya adalah sebenar-benar rahasia.

Menjelang keberangkatan, istri lelaki itu sakit lalu meninggal…..Maka kembalilah sang lelaki sendiri ke tanah suci, kali ini ia sekaligus ‘membadal’kan (menghajikan/mewakili berhaji) istrinya………….. Saya bisa membayangkan betapa hajinya kali ini lebih penuh airmata……..

Dan saya yakin, seumur hidup lelaki itu akan mengenang cinta suci dan ‘sederhana’ almarhumah istrinya, meski kini dia telah beristri lagi…

Saya tak sempat mengenal wanita sholihah yang tlah meninggal itu, tapi saya mengenal lelaki itu…

Lelaki yang dulunya guru itu tetap sederhana hingga kini, senyumnya tulus dari hati, bicaranya lancar mengalir baik dalam bahasa Indonesia, Inggris maupun Arab hingga tak sempat membuat pendengarnya mengantuk, petuah-petuahnya adalah pengalaman hidup berharga bagi kami bawahannya…

Lelaki sederhana yang mendapat cinta luar biasa itu adalah Drs. KH. Hasyim Affandi…di Temanggung beliau mengabdi sebagai Bupati

(teriring doa semoga Allah selalu menjaganya dalam menjalankan amanah dan diselamatkan dari fitnah dunia maupun akhirat)

note : kisah ini diceritakan oleh beliau pada acara Halal bi Halal Guru PAI se-Kab Temanggung tadi siang. Dialog beliau dan istrinya pada tulisan ini sudah mengalami ‘revisi’ di sana-sini demi kepentingan tulisan tapi tidak mengurangi esensinya.

Iklan

Wanita Hamil September 26, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
2 comments

Dalam beberapa -bahkan- banyak kasus, wanita hamil punya kecenderungan lebih sensitif dan emosional.

Jika pasangan tidak tanggap, akibatnya terjadilah pertengkaran-pertengkaran nggak penting.

Bener nggak dua kalimat diatas? Hehehehe, lama nggak ngeblog ternyata nggak menjamin numpuknya ide-ide segar. Setidaknya, saya sudah berusaha membuat kalian yang sudi mampir disini untuk tidak cuma membaca postingan kadaluwarsa 😀