jump to navigation

Bidadari Desember 13, 2011

Posted by liyak in cinta.
9 comments

…aku adalah bidadari sampai hari dimana aku mandi dan kamu dengan tidak senonoh mencuri selendangku………

 

Tadinya  nulis status itu di fb hanya lucu-lucuan saja, tapi setelah saya pikir (maaf,telmi), ternyata sebaris kalimat itu kok melow banget tapi aktual.

Kayaknya asik buat cerpen ya…tapi saya lupa nama bidadarinya joko tarub itu siapa. Nawangwulan bukan? Sebut saja begitu ya?

gini kisahnya….

Pada suatu hari……pada saat penerimaan siswa baru sebuah PTS yang keren, gegerlah para mahasiswa demi melihat bidadari kesasar di kampus mereka.

Usut punya usut, dia tidak kesasar…memang dia diutus untuk mencerahkan kampus itu melalui pesonanya yang anggun dan santun. Nawangwulan namanya….merepresentasikan kebidadariannya..

Tak pelak, banyak mahasiswa baru dan lama yang langsung klepek-klepek dan termehek-mehek…membujuk..merayu…mengajak bermusyawarah..apasaja agar bisa mendekati Nawangwulan…dari yang kurang tampan sampai tampan banget…dari yang modal dengkul sampai modal madul….

Tersebutlah seorang mahasiswa yang aslinya bernama joko tarub tapi karena merasa nama itu tidak ndesit alias katrok lalu dia mengerenkan diri dengan nama Yudo.

Ganteng? oh jelas, cocok untuk jadi tokoh antagonis (tokoh antagonis tu ganteng-ganteng loh!)

Yudo begitu getol nempel Nawangwulan kemana saja, tak peduli Nawangwulan sedang bersama siapa. Prinsipnya : siapa kuat dia dapat. Yah, Yudo memang kuat dalam hal menerima ketidaksukaan orang pada kepribadiannya yang cenderung narsis dan kementhus. Bahkan disinyalir dia merasa bahwa dia tu kembarannya Ahmad Dhani (beda nasib ajah)

Lambat laun…yang pada mendekati Nawangwulan memilih mundur karena tak tahan enegnya bersaing dengan Yudo yang standby terus.Jadi patungpun dia cuek.

Perempuan…..dimana-mana sama….jika sudah tersentuh hatinya….yang ada hanya rela

Begitupun Nawangwulan yang ditelateni oleh Yudo….pada akhirnya jatuhcinta pada perhatian dan kasih sayang Yudo dan menerima Yudo sebagai pacarnya

Geger lagi tu kampus!

” Kamu gak sedang sakit jiwa kan Di?” protes Gadis,karib Nawangwulan yang lebihsuka memanggil Nawangwulan dengan sebutan Di (katanya nickname dari Nawangwulan Dikau Cantik Sekali)

“Bisa kasih aku alasan yang agak waras kenapa kamu mau sama dia?” telisik Gadis lagi

“Dia baek kok Yak,pas latian teater kemaren aku sakit dia langsung beliin obat” argumen Nawangwulan yang punya panggilan khusus untuk Gadis : Yak (Nickname dari Yak Kamu Betul Gadis. You got it? Gadis : ” Nawangwulan Dikau Cantik Sekali”…Nawangwulan : “Yak! Kamu Betul Gadis….aku cantik sekali” )

“Glodaaaagggggg!!!!Whaaaaaaaaaattttt???? Cuma begitu????” hampir kayang Gadis kagetnya

Nawangwulan hanya tersenyum malu ” Intinya dia baek”

Itu percakapan terakhir tentang Yudo eh joko tarub diantara mereka. Gadis -meski sangat tak setuju- menghormati pilihan Nawangwulan.

Mereka akhirnya menikah (joko dan nawang,bukan nawang dan gadis!)

Gadis hanya bisa mendoakan saja karena saat itu tiba, Gadis sudah keluar dari kota kampus itu berada..menikah dan sibuk dengan anaknya.

Aneh juga ya, sahabatan tapi tak menyaksikan pernikahan sahabatnya…padahal cuma 60km-an jaraknya. But that is it! Persahabatan mereka sudah sampai tahap dewa. Fisik hanyalah fisik…jiwa mereka bersama menembus ruang dan waktu…

Belum sampai 10 tahun….atau sudah hampir 10 th…Nawangwulan jadi perempuan biasa…Gadis bisa mendengar perih yang tersayat di hati sahabatnya itu…toh Gadis dulunya juga bidadari (tapi laen Kayangan sama Nawangwulan)

Bidadari dipuja dicintai digilagilai oleh mereka yang dipenjara ego syahwati manusia tentang bangganya meniduri bidadari….tapi perempuan biasa? Kungkungan kodrat dan norma kerap menyakitinya lebih perih dari kecipratan minyak saat menggoreng lele kesukaan suaminya..lebih pedih dari mengetahui suaminya punya perempuan lain…tapi tak lebih sakit dari menyaksikan anaknya sakit…

Perempuan biasa dituntut mengerti orang2 disekitarnya…orangtua,anak,suami,tetangga,anak tetangga,suami tetangga,saudara tetangga…hampir semua….

padahal sudah kodrat perempuan justru ingin dimengerti (sampe ada lagunya kan? top deh ADA band)..

yaa…hari2 sebagai bidadari bagi Nawangwulan sudah berakhir..jika ukurannya adalah diabaikannya,dideritakannya,dinafikannya dia oleh jokotarub…Tapi bagi Gadis -sahabatnya- Nawangwulan hanya sedang membayar sayap cahaya yang akan menerbangkannya ke Nirwana (yang mana lebih indah dan nggak bisa dicapai dengan selendangnya dulu yang dicuri jokotarub,yang sudah ikut hangus saat Merapi meletus dan mewedhusgembeli pemukiman mereka -Alhamdulillah mereka selamat yah-)…Gadis juga yakin…butiran-butiran bening airmata Nawangwulan yang menetes tiap malam itu…kelak akan jadi tiara permata yang menjadi penghias rambut panjang harumnya

Dalam imajinasi Gadis (yang dulunya juga bidadari tapi lain kayangan sama Nawangwulan seperti sudah diceritakan tadi)…Nawangwulan -dengan sayap cahaya di punggungnya dan tiara permata menghias kepalanya- sanagt cantiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkk bangetttt.

 

 

 

___________________naaaahhh gitu critanya teman-teman. pendek ya? namanya juga cerpen…tau cerpen ken? Cerita Pendek :)________________

Iklan

alasan taqiyya takut mati April 2, 2010

Posted by liyak in cinta.
4 comments

Sore hari yang gerimis, saya sedang ngobrol sama suami

tiba-tiba krompyanggg!!!

suara benda pecah berderai

lalu disusul tangis panik Kia

yang tergopoh gopoh mendatangi saya sambil ‘ndremimil’ minta maaf dan nyesel dah ngejatuhin tivi

Suami saya menengok TKP.

Ternyata yang pecah hanya dua piring yang tadinya ada di dekat tivi.

Tivinya secara fisik utuh, meskipun tlah jatuh dari ketinggian 75 cm secara ‘krungkep’.

Dan setelah dicek, hanya ‘cenil’ on offnya saja yg mengalami disfungsi, yang berakibat untuk meng-on off-kannya langsung menggunakan kabel stop kontak.

Kia terus menangis terisak isak, menyesali tivinya rusak -saat itu dia berfikir begitu-.

Saya hanya memeluknya sambil berusaha menenangkannya karena dia sepertinya trauma sekali.

Setelah dia tenang, saya tanyakan kronologinya.

Kia : Tadi kan aku mau nutup jendela yang di belakang tivi, aku naik meja, tapi pas turun kesrimpet kabelnya, jadi tivinya jatuh

Saya : Trus kejatuhan?

Kia : Enggak

Saya : Kenapa nangis?

Kia :- terisak-isak- Kan aku takut kejatuhan tivinya Buk. Aku takut mati. Nanti kalo aku mati gimana? Kan Ibuk kalo mau ketemu aku jadi susah. Mbah Uti juga jadi nggak bisa ketemu aku.

Saya semakin erat memeluknya, terharu bahwa dia tak ingin mati bukan untuk dirinya sendiri melainkan agar orang-orang yang menyayanginya tak susah kehilangan dia.

Dia terisak-isak lagi…lalu berkata-kata lagi…

Kia : Aku tu takut mati Buk. Aku takut nggak bisa jawab pertanyaan malaikat. Di kuburan kan ntar ditanya-tanya. Padahal aku kan belum apal tebakannya..huhuhuhuhu….

-saya hanya bisa menahan rasa antara masgul dan ingin ngakak-

Kia….. Kia…….

Cobaan Atau Solusi? Oktober 29, 2009

Posted by liyak in cinta.
7 comments

Di postingan sebelumnya, saya bercerita tentang teman yang berada dalam keadaan jatuh cinta tapi jelas gak mungkin menuntut orang yang menjatuhkan cintanya.

Kali ini saya masih akan ngomongin cinta.

Beberapa bulan yang lalu, teman saya yang laen nangis2 curhat tentang kelakuan suaminya yang keterlaluan. Tak perlu saya ceritakan si suami ngapain aja, tapi jika perempuan tangguh sampe nangis2 putus asa, kita bisa membayangkan hal2 buruk hingga paling buruk yang bisa dilakukan oleh suami pada istrinya.

Na! Minggu lalu dia telpon saya lagi. Kali ini sambil ketawa-ketiwi.

Usut punya usut, dia ketemu dengan para tetangga di kampung halamannya dulu di sebuah situs jejaring sosial.

Yang bikin dia sumringah, salah satu tetangga itu menyatakan bahwa dia dari dulu mencintai teman saya itu, hanya dulu belum punya ‘modal’ untuk mengatakan.

” Bilangnya kok ya sekarang to…kalo gini aku kan jadi bingung Liy…bener2 cobaan nih” katanya masgul. Dan entah kenapa, saat itu saya langsung menimpali  ” Hey! Siapa tau itu solusi!”

Dan kami berdua ngakak.

I’m Blessed To Love You, and I’m Blessed More When You don’t Love Me In Return Oktober 24, 2009

Posted by liyak in cinta.
13 comments

” Nggak kebalik?”tanya saya ” biasanya kan I’m blessed to be loved by you”

Teman saya yang wajahnya tak lebih cantik dari saya itu tersenyum.

” Dalam kasusku, sama sekali nggak kebalik. Andai bukan dia yang kucintai,bisa jadi saat ini aku sudah mempermalukan diri dengan mengatakan padanya. Tapi untungnya dia adalah sosok yang mengagumkan, yang melihatnya dari jauhpun aku sudah tak sanggup mengucap sepatah kata…hai sekalipun! Sungguh bila ditawari, aku tidak ingin jatuh cinta lagi….tapi hati bukanlah dibawah penguasaanku. Kalo ditanya, aku juga gak tau kok, kenapa bisa cinta dia. Kuharap sih ini bukan cinta, hanya perasaan sesaat yang segera hilang…tapi kok nyatanya sampe berbulan-bulan gini ya ” keluhnya.

Saya gak bisa kasih saran ke teman baik saya ini. Kasus cinta bukan keahlian saya. Paling kalo dia cerita, saya dengerin, tapi kalo dia udah mulai hanyut, saya mencoba menyetopnya dengan bercanda.

Dia memang seharusnya sudah tidak boleh jatuh cinta lagi kecuali pada suaminya. Tapi memang benar katanya : hati bukan kita yang menguasai. Yang saya kagumi dari teman saya ini, dia benar2 berusaha untuk meredam perasaannya. Itu saya tau dari diamnya kalo saya yang mendahului tanya tentang hal itu. “Ngomongin hal laen yuk” katanya. Gak bisa bayangin tersiksanya. Nyatanya kadang dia keceplosan juga ngomong perasaannya ke saya, dan saya cukup bijaksana untuk tidak mengolok-oloknya.

Pernah saya tanya, “orangnya tau gak kalo kamu seneng dia”

” I’m sure he knew” jawabnya ” Cinta kan kayak duren, makannya kemaren..masih aja kecium baunya pas sendawa besok” hehehe metafora yang aneh.

“Trus dia bilang apa?” selidik saya

” Ya gak bilang apa-apa. Cuma dari bahasa tubuhnya aku tau dia tau. Dan itu lebih dari cukup, karena seharusnya dia gak boleh tau”

“Trus perasaan dia ke kamu? ”

Dia diem lama…sambil tersenyum tipis dia menjawab

” Dia cinta orang laen. Dan you know what? I feel I’m blessed more when he doesn’t love me in return”

Bener-bener aneh! Tapi saya mengerti. Kalo orang yang dicintainya itu balas mencintainya, tentu sulit sekali bertahan dari godaan selingkuh. Pasti temen saya tak bisa memaafkan dirinya sendiri kelak.

“I’m blessed to be your friend” kata saya tak bisa berkata lain.

” You should be” jawabnya menyebalkan!

ps : nulis ini sudah seijin dia.

“Air Laut” menurut Taqiyya Kamila Agustus 24, 2009

Posted by liyak in cinta.
9 comments

Jum’at tanggal 21 kemaren, saya ngajak Kia ikut touring yang diadakan sekolah dalam rangka perpisahan dengan kepala sekolah.

Perjalanan ke Pantai Depok Jogja sungguh asik, diwarnai aksi Kia teler karena jalan yang berkelok-kelok dan dia milih duduk di belakang, ada juga murid dan teman saya yang diajak kenalan polisi Sleman dengan biaya perkenalan 25rb / orang yang tentu biaya ditanggung yang diajak kenalan karena melanggar lampu merah.

Di Pantai Depok, kami bersenang-senang sekedarnya, belanja ikan segar yang lalu dimasakkan sama warung2 penyedia jasa bakaran, mandi-mandi dikit di laut, lalu pulang dengan oleh-oleh kerang dan ikan segar. Sampai di rumah Kia langsung bobok. Saya? Ya bersihin ikan dan kerang2 itu sebelum busuk. Agak sedikit aneh apa yang dikatakan oleh penjual ikan cakalang yang saya beli.

Saya       : Bu, kalo saya bawa pulang dalam keadaan segar, ntar busuk gak ya? Rumah saya Ambarawa.

Penjual : Kalo Anda mengolahnya sebelum jam 12 malam nanti, ikannya masih baik. Tapi kalo lebih dari jam 12 malam, udah busuk.

Makanya, begitu sampe di rumah jam 10 malam, saya cepet-cepet mengolahnya, kuatir kalo ternyata itu ikan jadi-jadian yang setelah lewat tengah malam kembali ke wujud aslinya yang tidak bisa saya bayangkan.

Yang mengejutkan, keesokan harinya tiba-tiba Kia menyampaikan suatu hal yang baru bagi saya.

Kia    :  Buk, sekarang aku tau kenapa air laut itu asin.

Saya : Kenapa emangnya?

Kia    : Aslinya air laut tu nggak asin Buk, tapi karena banyak orang yang nyebur ke laut, keringetnya pada campur, jadi deh bikin asin air laut.

Saya : Siapa yang bilang?

Kia    : Aku dong. Aku kan berpikir…berpikir… *bibirnya manyun dan telunjuk kanannya menunjuk-nunjuk kepalanya sendiri*

Pemikiran yang aneh………………:-)

Ngerjain PR a la Taqiyya Juli 31, 2009

Posted by liyak in cinta.
8 comments
  • undang Nida dan Dila- dua sohibnya yang beda sekolah- maen ke rumah
  • maen sekolah-sekolahan
  • Taqiyya jadi gurunya

T : Coba Mbak Nida bisa nulis ini tidak? (menyerahkan buku PR ke Nida)

N : Bisa dong…gampang ini (menulis dengan cepat dan rapi)

T : Cukup…cukup…ganti dhek Dila. Bisa tidak dhek? (mengambil buku di tangan Nida, diserahkan ke Dila)

D : Bisalah, udah diajarin bu guru tadi. (menulis pelan dan rapi sampai selesai)

T : Wah Mbak Nida sama dhek Dila pinter-pinter. Dah, sekarang ganti maen boneka yuk. (menyimpan buku PRnya di tas)

???? Juli 25, 2009

Posted by liyak in cinta.
4 comments

Menghadapi anak perempuan umur 6,5 tahun seperti Taqiyya kadang2 membuat saya merasa menjadi orang terbodoh sedunia. Bagaimana tidak? Dia banyak sekali mengajukan pertanyaan yang kadang saya jadi serba salah menjawabnya.

Taqiyya   : Buk, minta uang buat jajan.

Saya          : Tadi kan udah. Uangnya dah abis.

Sorenya saya ke dokter eh perawat, untuk memeriksakan diri atas gangguan yang terjadi di kandung kemih saya.

Taqiyya  : Mau kemana buk?

Saya         : Periksa kak. kakak dirumah sama adek ya

Taqiyya  : Katanya uangnya dah habis, nanti bayar periksanya gimana?

Saya         : ???????????????

Taqiyya Hilang ! (?) Juli 14, 2009

Posted by liyak in cinta.
7 comments

Hari kedua sekolah. Saya menjemputnya jam setengah sepuluh. Teman-temannya masih banyak yang nunggu dijemput, tapi Taqiyya TIDAK ADA.

Alhamdulillah saya bukan jenis ibu yang gampang panik, meskipun hati kebat-kebit. Saya tak mau membuat gurunya merasa bersalah. Langsung saja saya balik arah menuju pasar tempat ibu saya jualan yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari sekolah Taqiyya. Dan ternyata dia sudah asik bermain di sana.

Saya      : Kakak pulang sama siapa?

Kia         : Sendiri. Aku nyegat angkot sendiri lho Buk. Ibuk nyariin aku?

Saya      : Lha yang bayar siapa? Kakak kan tadi cuma bawa uang seribu, apa gak jajan?

Kia         : Tadi ibunya Nova udah ambil fotonya Nova yang ada di tasku. Aku bilang kata ibuk  harganya tiga ribu, trus dikasih uang tiga ribu. Yang seribu kubuat jajan, yang duaribu buat bayar angkot.

Saya      : Lah! kebanyakan bayar angkotnya, besok lagi kalo bayar seribu ajah. Besok mau naek angkot sendiri lagi?

Kia         : iya

Saya      : Besok ibu kasih sangu dua ribu, seribu buat jajan, seribu buat ngangkot. Mau?

Kia         : Ya. Aku berani to Buk?

Iya sayang, meskipun bikin bingung orang, tapi Ibu lagi-lagi bangga padamu.

Hari Pertama Juli 13, 2009

Posted by liyak in cinta.
4 comments

Hari ini hari pertama :

  1. Taqiyya Kamila masuk MIN ( Madrasah Ibtidaiyah Negeri). Sekolah pilihannya sendiri karena tadinya saya pengen dia sekolah di SDIT. Saya ngalah bukan karena saya ibu yang baik, tapi karena alasan ekonomis hehehe. Nggak cuma itu kok. Saya tau gimana rasanya dipaksa masuk sekolah yang tidak diinginkan, dan saya gak mau anak saya merasakan ketidaknyamanan.DSCF2931 Ayahnya mengantarnya sedikit terlambat, secara kami sekeluarga baru pulang dari Jawa Timur jam 1 dinihari tadi. Alhamdulillah dia tidak nangis. Dan ketika saya jemput, dia sedang duduk ngobrol dengan salah satu kakak kelasnya yang baru dikenalnya. Saya bangga padanya, bukan karena prestasinya , bukan karena cantiknya (dia pernah jadi finalis lomba foto yang diadakan oleh susu kesukaannya), bukan pula karena IQ-nya 115. Dia adalah anak yang membuat saya menangis karena saya merasa tak pantas diberi anugrah seindah itu. Dia adalah anak dermawan terhadap sesama, sampai kadang saya malu sendiri karena dialah yang selalu berinisiatif untuk memberi sedekah pada ‘orang miskin’ (begitu dia menyebut peminta-minta) yang kami temui di jalan. Dia mudah sekali melupakan kekasaran saya padanya dan bahkan dialah yang minta maaf telah membuat saya marah (padahal dia tidak bersalah!). Dia juga ramah pada siapa saja dan tidak kenal ‘memusuhi’ teman, meski kadang teman2nya menjengkelkan sekali (bagi saya yang membelikannya sepeda, lalu temannya seenak sendiri mempretelinya!). Ketika saya menamainya Taqiyya Kamila,  hanya satu harapan saya padanya…menjadi orang yang bertakwa secara sempurna….dan saya pikir itu memang cukup.
  2. Abi pergi KKN. Suami saya berangkat KKN ke Magelang. Sepertinya hanya 40 km dari rumah, tapi berasa berkali lipat. Dan saya merasa bukan istri yang baek karena melupakan hal-hal penting ketika menyiapkan perlengkapannya. 3 hal penting yang saya lewatkan adalah :
  • charger hapenya
  • selimut (dirumahpun begini dingin, apalagi di pegunungan tempatnya KKN)
  • Al Qur’annya!

Maafin aku ya bi……….but trust me : I love U full (lah! belum minta ijin Mbah Surip nih)DSCF2625

PS : foto disamping kanan ini tidak boleh dikomentari! Dibatin aja yah!

Ayik Ifadinoor Juli 13, 2009

Posted by liyak in cinta.
2 comments

Dia adalah seorang wanita tangguh yang pernah saya kenal. Saya sangat iri dengan keberaniannya dalam mengambil sikap dan kemandiriannya. Dia tak begitu cantik, tapi pria2 ganteng banyak yang naksir. Selepas SMA, nekat dia merantau ke bumi Andalas, ngenger sebentar di rumah Oom, lalu begitu mendapat kerja di sebuah stasiun radio sebagai penyiar, dia memutuskan untuk ngekos. Dan Ayik Ifadinoor dipilih sebagai nama udaranya.

12 tahun dia di Lampung, mendapat jodoh disana, melahirkan seorang putra….. Tak selalu bahagia, tapi dia benar2 tangguh.

Awal tahun 2003 dia pulang ke Jawa, demi mencari obat untuk penyakitnya. Hanya sebentar. Lalu pertengahan 2003, dia pulang lagi ke Jawa masih dalam rangka menyembuhkan penyakitnya. Penyakitnya benar2 tlah menggerogoti jiwanya….

Tiada sorot mata optimis lagi…yang ada hanya tatapan kosong….

Rintihannya tadinya mengganggu saya, hingga lama2 saya terbiasa. Saking terbiasanya, saya tidak segera bangun menengoknya ketika 6 Desember 2003 jam setengah sepuluh malam dia berteriak-teriak kesakitan sambil minta ampun pada Allah…ketika saya akhirnya bangun , dia malah sudah tidur ……….selamanya…….

Hari ini saya mengenangnya….dan mendoakannya…..

Bukan Ayik yang saya sebut dalam doa, tapi Khomsah Alifatun….nama aslinya.

Hari ini, 39 tahun yang lalu…dia dilahirkan….

“Selamat ulang tahun Kak….Semoga tidurmu nyenyak disana

Ssssst, bilangin sama Dia ya, akupun pengen banget dipanggil saat memohon ampun padaNya……seperti Kakak….”