jump to navigation

Perempuan Desember 11, 2012

Posted by liyak in kisah nyata.
Tags: ,
4 comments

Menurut saya (bukan berdasar survey,tp hanya pengamatan terhadap perempuan2 yg saya kenal), perempuan cenderung punya sifat alami masochis.

Tapi alam menganugerahi sifat masochis itu dengan daya bertahan yang hebat. Banyak saya kenal perempuan yang dideritakan pria atas nama cinta ataupun pernikahan dan pilihan mereka sama yaitu bertahan (kalo saya ya maap maap aja :D)

Pernah  datang pada saya seorang teman, dengan nama samaran Kanabisa, nangis nangis karena suaminya selingkuh ini dan itu. Saran saya tegas : maumu apa? kalo kamu nggak mau dibegitukan, tinggalin dia. Tapi jawabannya jadi panjang…tentang anak-anak,tentang status janda dan sebagainya. Pada akhirnya, sampai hari ini (sudah beberapa tahun) dia tetap bertahan. Sungguh saya berdoa perempuan2 selingkuhan suaminya itu bukan ODHA. Ngeri aja bayanginnya, kalo sampe temen saya yang setia itu kena HIV karena perilaku suaminya.

laen lagi perempuan yang lainnya. saya pikir dia – kita sebut saja Laluna- dan suaminya adalah keluarga yang adem ayem tentrem loh jinawi. cantik dan tampan. Dua tahun saya mengenalnya, akhirnya dia cerita juga bahwa ada masalah dalam rumah tangganya. Sejak menikah tak dinafkahlahiri karena si suami lebih suka menjadi kebanggaan ibunya yang selalu menyerahkan gaji untuk kebutuhan ibu dan adik-adiknya.

Oke saya setuju, selamanya laki-laki itu milik ibunya, jadi sebagai istri tidak boleh protes kalo suami tetap menafkahi ibu juga adik2 perempuannya (Saya termasuk yang saklek dalam hal waris mewaris, bagian laki2 lebih banyak karena memang tanggung jawabnya besar,termasuk menafkahi ibunya dan sodara2 perempuan yang tdk bersuami. Saya paham banget maksud Si Pembuat Hukum Warisan itu. Masalahnya nggak semua laki-laki muslim ngerti hal ini :D), tapi kalo sampai mezalimi anak istri…weelha! Nehik kalo saya.

Herannya, Laluna  ini begitu sabar sudah hampir 6 tahun bertahan seperti itu (dia malaikat apa ya? wkwkwk), padahal dalam taklik nikah yang dibaca suaminya dulu jelas batasan waktu ‘kesabaran tidak dinafkahi’nya itu berapa bulan (3 bulan apa 6 bulan ya?ntar saya tengok buku nikah deh wkwkwkkw nggak inget soalnya itu bukan janji saya tapi janji suami). Kalo dia nggak rela, dia cukup bawa uang sepuluh ribu ke pengadilan agama untuk meminta talak. Tapi urusan cinta dan pernikahan memang nggak pernah sesimpel itu ya. Weits! Jadi inget. Cinta? Sssst, ini sisi parahnya, si temen ini nikahnya bukan karena cinta pula. KwaKKK banget kan?

Jadi ceritanya, dia itu tadinya mau dijodohin sama ortunya, na dia gak mau. Ngakunya dah punya pacar sendiri,padahal belum. Trus kebetulan waktu KKN ketemulah dia sama laki2 itu, yang ternyata naksir dia. Mungkin waktu itu dia pikir, daripada dijodohin sama orang yang blas nggak kenal, mending sama teman sendiri. But…kisahnya tak selancar yang diharapkan :(.

Sekarang dia dalam masa2 ragu mau bertahan atau berhenti, dan lagi-lagi yang menjadi alasan adalah anak-anak yang menurutnya butuh sosok ayah. what the hell. Masochis banget kan?

Ada pula perempuan, yang memaksakan diri untuk sakit meski sebenarnya dia punya peluang untuk bahagia. Ini ceritanya agak ngeri menurut saya, karena dia punya kesempatan bebas tapi dia memilih masuk dalam dunia yang dia gak bakal ngerti sakitnya. Saya bukannya tidak mengingatkan, tapi apa sih gunanya nasehatin orang yang sedang jatuh cinta sampai hilang logika?

Sebut saja namanya Apsala (jelas bukan nama sebenarnya ya). Apsala ini tadinya pacaran dengan Gundala (ini jg bukan nama sebenarnya. bukan putera petir. saya sebut gitu biar serasi aja dengsn apsala). Tiap hari bertemu di kampus yang sama membuat mereka tetap runtang runtung meskipun sebenarnya mereka telah putus. Bahkan saling berkunjung ke rumahpun tetap dilakukan. Masalah timbul dari sini…..

Ortu Apsala, seperti jamaknya ortu2 Jawa lainnya, sangat ingin anaknya segera menikah karena usia menjelang 30 masih perawan di desa jelas aib. Apsala dan gundala sendiri merupakan dua pembohong yang tak berani mengakui bahwa mereka sudah putus. Apsala sih masih cinta mati pada Gundala, tapi Gundalanya enggak. Dia hanya mencoba berlaku sopan dan tak menyakiti. Dari sudut pandang saya, hal ini dimanfaatkan Apsala untuk menggiring opini publik (dalam hal ini pihak keluarga Apsala) bahwa mereka masih pacaran.

Didesak sana sini untuk segera menikah, Apsala terjepit dan ganti mendesak Gundala meski dia bukan tidak tau bahwa Gundala sudah tak mencintainya. Gundala sendiri sebenarnya sudah menolak dengan halus, saking halusnya sampai nggak kerasa :D. Finally, dengan berat hati, Gundala mengiyakan untuk melamar Apsala. Ortu Gundala, sebenarnya nggak sreg dengan Apsala bahkan secara eksplisit pernah menyatakan bahwa  mereka sebenarnya senang saat Gundala Apsala putus. Apa lacur, ortu Gundala juga nggak mau memaksakan kehendak disini. Mereka pikir,karena Gundala mau,berarti Gundala juga masih cinta pada Apsala.

Dalam kekisruhan suasana hati yang terpaksa mau menikah, Gundala bertemu Bianglala (skali lg bkn nama sebenarnya)….dan mereka saling jatuh cinta…

Gundala dengan ksatria mengakui bahwa dia akan segera menikah, tp tak bisa membohongi diri bahwa hatinya untuk BIanglala. Entah apa yang dirasakan Bianglala, sedihlah pastinya, terjebak dalam cinta bermasa depan suram.

Kenapa tak kau batalkan saja? saya bertanya pada Gundala, dan jawabannya sangat dangkal dan tak masuk akal “terlalu banyak yang akan jadi korban jika saya tak jadi menikahinya. kalo saya menikah dengan dia korbannya hanya dua”. Dua itu yang dimaksud siapa saya nggak nanya. Mungkin dia dan Bianglala, atau dia dan Apsala. Tapi dalam pandangan saya, ini adalah kehancuran nyata, semua jadi korban. Pernikahan seperti ini apa benar2 pernikahan? Bianglala patah hati, Gundala kecewa, dan Apsala? Ah dia kan umumnya perempuan, masochis. Dia tau kan Gundala nggak sepenuh hati, tapi demi ‘membungkam’ keributan keluarga dia tetap bertahan meski tak dicintai. But, saya tak menyalahkan Apsala. Dia cerdik memanfaatkan ketaktegasan Gundala. Banyak perempuan seperti itu,seakan mati bila tak bersama dengan lelaki yang dicintai, jadi tersiksa karena cintanya tak berbalaspun tetap dilakoni asal si lelaki jadi miliknya. Masochis parah. Dan jauh memandang ke depan, saya berdoa, bila nanti mereka benar-benar menikah, tak kan ada anak-anak yang menjadi korban keegoisan Apsala dan ketaktegasan Gundala ini.

Mengenai Bianglala, dia juga masochis, setelah tau keadaan Gundala, toh dia tak melepaskan. Bersakit-sakit menikmati kebersamaan dengan Gundala sampai tanggal pernikahan Apsala Gundala.. (Saya sempat menantang Gundala untuk menikahi keduanya :D)

 

Kanabisa, Laluna, Apsala dan Bianglala mungkin terlalu sedikit sebagai sample hipotesa saya. Tapi saya yakin Anda juga banyak mengenal perempuan2 masochis lainnya, yang lebih senang menyakiti diri demi sebuah status sosial di masyarakat ketimbang memberanikan diri untuk bahagia sebenarnya. Saya tak bermaksud mencemooh ketakberanian mereka, tapi saya yakin bahwa pendapat saya tentang kemasochisan (sebagian besar) perempuan itu benar adanya. Bahkan untuk hal remeh temeh seperti biar punya bulu mata lentikpun,perempuan rela kok kejepit penjepit bulu mata 😀

 

Kalo tentang lelaki gimana? Menurut saya, kebanyakan lelaki itu senang membuat salah paham. tapi itu laim lagi kisahnya. panjaaaaaaang. laen kali ya 🙂

 

Iklan

Kesempatan Emas dari Surga Oktober 5, 2012

Posted by liyak in kisah nyata.
Tags:
add a comment

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Namaku : Duwi Waluyo
Alamat : Dusun Kintelan RT.16 / RW.05
Ds. Pasekan, Kec. Ambarawa

Umur : 14 bln
Jml Saudara : 1

Orang tua :
Bpk. : Pasidi
Pekerjaan : Buruh Bangunan

Aku terlahir dengan hidrocephalus dan tumor di punggungku. Waktu dalam kandungan usia 7 bln, dokter sudah tau penyakitku ini dan menyarankan untuk aborsi, tapi cinta ibuku membuatnya memilih melahirkanku. Kini aku butuh dioperasi dan pihak RS memberitau biaya yang dibutuhkan sekitar 75juta. Askeskin tak mampu menyediakan dana sebanyak itu untukku.
Orangtuaku belum tau harus mencari biaya itu kemana. Maukah kamu membantuku? Kalau kamu mau, silakan hubungi pemilik akun ini. Berapapun bantuanmu, semoga Allah membalasnya dengan balasan yang lebih baik.

Wassalamualaikum wr wb

bisakah aku seperti wanita itu? September 30, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
add a comment

Judul diatas bukan karena saya tidak mensyukuri apa adanya diri saya.

Tapi ini kisah mengharu biru yang saya dengar hari ini, tentang pengabdian seorang istri.

suatu ketika pada tahun 1989

Seorang lelaki, guru berpenghasilan 160rb perbulan, sangat berharap bisa naek haji yang saat itu ongkosnya sekitar 5jt-an. Tentu jauh panggang dari api.

Istrinya yang sederhana bertanya : Benar Bapak ingin naik haji?

“Iya Bu, tapi mungkin masih lama mengingat penghasilan kita yang segini” jawab sang guru

“Berangkatlah Pak, ini Ibu punya uang 8jt, Ibu kira cukup untuk keberangkatan Bapak”

kagetlah lelaki itu “Darimana uang ini Bu?”

“Pak, Ibu kan tidak berpenghasilan, selama jadi istri Bapak, ibu menempatkan diri sebagai khadimat -pembantu- Bapak, maka tiap Bapak memberi uang belanja, Ibu sisihkan sedikit sebagai bayaran Ibu, dan itulah hasil dari tabungan Ibu”

berkaca-kacalah sang suami “Itu uangmu Bu, berangkatlah kau naik haji”

“Tidak Pak, Bapak saja yang berangkat naik haji, nanti sampai disana doakan lain waktu Ibu bisa naik haji” jawab istrinya tulus

Akhirnya, setelah minta pertimbangan dari orangtuanya, si lelaki menuruti keinginan istrinya. Sendiri ia berangkat haji, disana dia menangis tersungkur memohon pada Tuhannya agar bisa kembali lagi membawa istrinya serta.

Dua taun berikutnya, Allah memberi rizki untuk mereka berdua melaksanakan haji. Bahagia hati si lelaki dapat ‘membayar’ budi baik si istri. Dengan riang mereka mempersiapkan diri. Allah sungguh penuh rahasia, dan rahasianya adalah sebenar-benar rahasia.

Menjelang keberangkatan, istri lelaki itu sakit lalu meninggal…..Maka kembalilah sang lelaki sendiri ke tanah suci, kali ini ia sekaligus ‘membadal’kan (menghajikan/mewakili berhaji) istrinya………….. Saya bisa membayangkan betapa hajinya kali ini lebih penuh airmata……..

Dan saya yakin, seumur hidup lelaki itu akan mengenang cinta suci dan ‘sederhana’ almarhumah istrinya, meski kini dia telah beristri lagi…

Saya tak sempat mengenal wanita sholihah yang tlah meninggal itu, tapi saya mengenal lelaki itu…

Lelaki yang dulunya guru itu tetap sederhana hingga kini, senyumnya tulus dari hati, bicaranya lancar mengalir baik dalam bahasa Indonesia, Inggris maupun Arab hingga tak sempat membuat pendengarnya mengantuk, petuah-petuahnya adalah pengalaman hidup berharga bagi kami bawahannya…

Lelaki sederhana yang mendapat cinta luar biasa itu adalah Drs. KH. Hasyim Affandi…di Temanggung beliau mengabdi sebagai Bupati

(teriring doa semoga Allah selalu menjaganya dalam menjalankan amanah dan diselamatkan dari fitnah dunia maupun akhirat)

note : kisah ini diceritakan oleh beliau pada acara Halal bi Halal Guru PAI se-Kab Temanggung tadi siang. Dialog beliau dan istrinya pada tulisan ini sudah mengalami ‘revisi’ di sana-sini demi kepentingan tulisan tapi tidak mengurangi esensinya.

Wanita Hamil September 26, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
2 comments

Dalam beberapa -bahkan- banyak kasus, wanita hamil punya kecenderungan lebih sensitif dan emosional.

Jika pasangan tidak tanggap, akibatnya terjadilah pertengkaran-pertengkaran nggak penting.

Bener nggak dua kalimat diatas? Hehehehe, lama nggak ngeblog ternyata nggak menjamin numpuknya ide-ide segar. Setidaknya, saya sudah berusaha membuat kalian yang sudi mampir disini untuk tidak cuma membaca postingan kadaluwarsa 😀

Hidup meskipun Mati April 2, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
2 comments

” Yang paling tinggi derajatnya di kalangan manusia ialah yang namanya terkenal tetapi orangnya tidak dikenal”

tulisan tersebut ada dalam buku berjudul ” Hikmah dalam Humor Kisah dan Pepatah” jilid 1-6 karangan A Aziz Salim Basyarahil.

Mungkin yang dimaksud dengan “namanya terkenal” adalah karya atau sumbangsih.

Dalam hal ini, saya mengenal karya seseorang tapi tidak mengenal orangnya, ironisnya, saya mengenal orangnya setelah orangnya tiada.

Anggap saja saya kuper, tapi saya yakin i am not the only one.

Dulu, saat saya nulis postingan yang ini, Indonesia sedang gencar dengan gerakan Indonesia Unite yang berslogan “Kami Tidak Takut”

Temen-temen facebook ramai-ramai pasang profpic pin bertuliskan Indonesia Unite.

Saat itu, saya tak tau siapa pencetusnya.  Karena saya milih untuk nggak nonton tivi yang saat itu beritanya memilukan hati. Saya hanya ikut merasa tergetar jiwa dalam rasa perih bersama sekaligus berani dan optimis bahwa Indonesia akan tetap baik-baik saja.

Bulan berganti

Suatu hari home facebook saya penuh ucapan duka dari teman-teman kepada seorang teman yang baru kehilangan anaknya..

Entah mengapa, saya jadi mengikuti postingan teman yang sedang berduka kehilangan putranya tersebut…

Dan ketika saya tau siapa putranya yang telah meninggal itu….saya..”nggregel”

Betapa selama ini saya telah abai

Bapak yang kehilangan anak itu adalah Raden Hardjoeno…dan anaknya -putra tunggalnya- bernama Alexander Abimanyu – founder Indonesia Unite-

Keduanya tetangga sekota yang belum pernah saya temui di dunia nyata (menambah level ke-abai-an saya ya?)

Membaca tulisan-tulisan Alex, juga tulisan-tulisan tentang Alex di akun ayahnya…membuat saya tak percaya bahwa orang yang membuat tulisan-tulisan nasionalis dan romantis itu…orang yang dikenang akan keindahan jiwanya oleh istri dan teman-temannya melalui tulisan-tulisan penuh kehilangan itu…telah tiada..

Dan pada akhirnya dalam pandangan subyektif saya, dia adalah bukti nyata dari kalimat di awal tulisan saya ini

Selamat jalan Alex…beruntung sekali aku mengenalmu meski kau telah pergi…

Kuatir April 2, 2010

Posted by liyak in kisah nyata.
add a comment

dalam hidup, sering sekali kita merasa kuatir

kuatir kehujanan

kuatir kecopetan

kuatir sakit

kuatir ditipu

kuatir tidak lulus

kuatir kena potongan pajak

kuatir karyanya dijiplak

kuatir cerpen yang belon pernah dimuat di media jika diaplot di blog ntar di copas ama orang trus dikirimkan ke media denagan editing sempurna dan dimuat!!! 😀

Nasib Naas Seorang Penggemar Air Kata-kata Oktober 11, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
8 comments

Menjelang dini hari, Pak Bah-tetangga saya- seperti biasa berkeliling kampung untuk mengontrol keamanan. Seperti biasa juga dia finish di pinggir jalan untuk kemudian memukul tiang telpon sebanyak sesuai -jam -saat -itu -kali.

Lalu dia akan duduk-duduk sejenak di pinggir jalan.

Tapi malam itu, ada kejadian istimewa. Seorang pengendara sepeda motor tiba-tiba aja jatuh ‘ngglangsar’ di depannya.

Pak Bah segera menghampiri untuk menolong…tapi begitu sampai di dekatnya, dia langsung faham dari ‘bau naga’ yang tercium, bahwa jatuhnya orang itu karena habis minum air kata-kata. Itu semacam air yang jika kita minum, kita akan curhat, nyanyi-nyanyi, nangis ataupun ngamuk-ngamuk tanpa sadar juga hilang keseimbangan. You know what i mean-lah.

Akhirnya Pak Bah mengurungkan niat. Dia hanya duduk memandang korban setelah dilihatnya tak ada luka yang parah, secara jatuhnya pun pelan dan korban beserta motornya sudah di pinggir jalan. Dia berharap, nanti kalo dah sadar, orang itu akan bangun sendiri.

Tak berapa lama, lewat sebuah sedan… Si sopir sedan memundurkan mobilnya menghampiri korban. Ada penumpang yang turun mendekati korban..

Penumpang : Mas kenapa Mas? Rumahnya mana? (itu yang didengar Pak Bah)

Korban : *ngomong gak jelas* (atau mungkin Pak Bah tidak mendengar secara jelas)

Penumpang : Ya udah, mari saya antar.

Si sopir turun, ikut membantu penumpang memapah korban masuk mobil. Lalu si penumpang keluar lagi, mengambil sepeda motor, mengendarainya mengikuti sedan temannya.

Keesokan paginya…Pak Bah kaget karena ada polisi yang mencarinya. Dia ditanya seputar kecelakaan tadi malam.

Ternyata oh ternyata sodara-sodara, si korban telah dibuang dijalan lagi oleh “penolongnya” beberapa kilometer dari tempat kejadian, dan tentu saja motornya dibawa kabur…….

Sulit sekali untuk tidak komentar : Rasain……..

Tapi saya berdoa,  agar korban menuai pelajaran….dan kembali ke jalan yang benar…..

orang gila orang gila itu September 25, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
20 comments

Rumah saya dipinggir jalan Semarang-Yogya.

Berpagar bambu dan membuat orang tidak segan untuk mampir berteduh saat hujan deras, termasuk orang gila yang sedang capek pun sante aja mampir.

Banyak sekali keuntungan punya rumah ditepi jalan utama provinsi.

Dan saya berterima kasih pada Ibu yang puluhan tahun yang lalu telah ‘memaksa’ Bapak untuk mencari tanah yang letaknya di pinggir jalan raya.

Ada kisah2 unik tentang rumah saya yang berkaitan dengan orang gila.

  • Mbah Soma

Adalah laki-laki tua tetangga saya. Meski dia gila, pengikutnya sangat banyak. Kebanyakan dari ras kuning dan mobilnya berplat luar daerah. Banyak yang percaya, Mbah Soma adalah dukun. Waktu saya masih SD, Indonesia sedang marak dengan judi resmi yang diadakan pemerintah atas inisiatif  Sudomo yang waktu itu seorang mentri, lupa mentri apa, yang jelas saya mengingatnya sebagai mentri SDSB (sumbangan Dana Sosial Berhadiah, kalo sekarang ya gampangnya togel) dan PORKAS (kepanjangannya lupa, ini judi yang katanya hasil uangnya untuk mendanai kegiatan olahraga nasional)

Na, para pengikut Mbah Soma ini selalu mencatat gerak-gerik dan perkataan Mbah Soma untuk kemudian dimistik (dianalisis untuk kemudian dihubungkan dg angka2). Suatu ketika, tiba-tiba Mbah Soma masuk ke rumah saya, dimana saat itu rumah saya juga sebagai Kantor Pengawas Pendidikan Agama. Siang itu, seperti biasa jika sudah tak ada kerjaan, ayah saya maen catur dengan temannya. Mbah Soma nyelonong masuk lalu duduk disamping ayah.

“Payung siji, anting2 sepasang” katanya pada ayah saya. Saya tau yang dikatakannya, karena saat itu saya disamping ayah. Hanya itu yang dikatakannya, lalu Mbah Soma keluar. Para pengikutnya segera ‘menyerbu’ ayah untuk menanyakan apa yang dikatakannya. Ayah menjawab apa adanya. Itulah terakhir kali saya melihat Mbah Soma. Sekitar seminggu setelah kedatangannya siang itu, dia meninggal akibat ‘kunduran’ mobil (jadi ada mobil mundur, mbah Soma ada dibelakangnya dan tergilas).

Perkataannya mungkin berarti pamit, karena dia segera akan dipayungi dan dipasangi sepasang nisan

  • Aminah

Seorang wanita tua keturunan arab. Gila tapi matre dan pemarah. Saya takut sekali padanya, karena suka ngejar2. Saya tak tau dia sekarang masih hidup ato nggak, terakhir dia lewat depan rumah, waktu saya masih SMP.

  • Wanita gila tak tau siapa namanya

Dia baru2 aja dateng ke rumah. Berniat bersih2, saya membuka semua pintu dan jendela. Tau-tau dia sudah di ruang tamu sambil bilang ” minta uangnya minta uangnya”. Saya kagt setengah hidup. Secara fisik dia bersih sekali, tak saya duga orang gila. Dia lalu disuruh pergi Ibu. Tapi Ibu saya adalah orang terbaik sedunia, tak pernah mengusir orang gila tanpa membungkuskan nasi beserta lauknya.

  • keluarga gila

Yang ini betul-betul memprihatinkan. Suatu siang saya pulang dari kerja, dikagetkan dan dingerikan oleh keluarga gila ini yang sedang asik nongkrong di teras rumah. Yang perempuan begitu dekilnya, duduk ngangkang menggaruk2 daerah sarunya. Dua anaknya yang masih balita, berlarian dan berpanjatan.Si pria yang saya duga suaminya, duduk sambil melihat-lihat ketiganya. Menurut saya, si pria belumlah gila,karena dia memakai masker untuk menutupi wajahnya , pakaiannyapun lengkap dan tertutup rapat,dan ketika melihat saya datang ia buru2 mengajak keluarganya pergi naek sepeda. Artinya dia masih punya malu,bukankah perbedaan antara orang waras dan orang gila hanyalah rasa malu?

Mereka ini ternyata juga pengembara. Ketika saya bercerita pada teman saya yang ada di Magelang, Salatiga dan Ungaran tentang mereka, teman2 saya bilang ” Iya , aku juga pernah liat mereka di kotaku”

Saya tak bisa membayangkan bagaimana keluarga itu bisa terbina hingga lahir dua anak yang kalo tidak dekil saya yakin cantik dan tampan. Anak2 itu sepantaran dengan anak2 saya. Dan saya menjadi masgul dibuatnya. Mereka hanya bercelana pendek tanpa baju, tatapan matanya liar hingga sayapun takut bersitatap dg mereka.

Pernah terlintas untuk menculik anak2 itu untruk memberikan penghidupan yang layak menurut manusia normal, tapi bahkan orang gilapun punya hak untuk bersama anaknya.

  • Pria calon tentara

Dia seorang pria sekitar 40 taunan. rambutnya kriting, tak terlalu dekil. Daerah edarnya ya tak jauh -jauh dari rumah saya, bahkan kadang ‘njenuk’ di depan rumah saya. Menurut cerita orang-orang, dia menjadi gila karena dulu tak lolos seleksi masuk tentara. Hobinya membuat ‘karya seni’ dari bambu2 tipis yang diikatnya dengan rafia menjadi bentuk-bentuk seperti kandang atau keranjang.Selalu, setiap hari. Herannya, karya seninya tak lalu menumpuk. Mungkin setelah jadi dibongkarnya lagi lalu dibuatnya lagi. Dia sangat pendiam, tak pernah bicara sendiri, hanya diam dan asik dengan dunianya. Kadang saya penasaran seperti penasarannya facebook yang selalu menanyakan ” Apa yang Anda pikirkan?”  Tapi tentu saja pria itu tak akan nyetatus ” Saya sedang gila”

  • Toli’ah

Dia tetangga desa saya. Dulu sebelum gila, dia jualan krupuk dan orangnya higienis banget. Ambil krupukpun pake sarung tangan. Dia berusia sekitar 40th, hidup sebatangkara di rumah kecilnya yang 5 tahun yang lalu diperbaiki secara gotong royong oleh warga kampung karena hampir ambruk. Itupun pake acara nyuap Toli’ah dengan uang 50rb agar dia mau pergi sementara rumahnya diperbaiki. Penyebab gilanya sepertinya laki-laki,ditilik dari ocehannya bila sedang ‘ngomnyang’. Tapi dia friendly crazy girl, tidak pernah ngamuk, maka dia bebas berkeliaran. Setiap hari lewat depan rumah saya seperti saat masih waras dulu, sebab dia memang suka jalan kaki ke pasar daripada naek angkot.

Ada peristiwa lucu yang diceritakan oleh Ibu saya tentang Toli’ah. Suatu hari, ada perempuan belanja di pasar tempat ibu saya jualan, uangnya jatuh 50rb diambil oleh Toli’ah. Wanita tadi baru sadar kalo uangnya ilang waktu sampe dirumah. Lalu dia ke pasar lagi untuk mencari uangnya, diberitahu oleh yang melihat bahwa uangnya diambil Toli’ah. Trus dia nanya dimana rumah Toli’ah. Berhubung dia mendapat info Toli’ah adalah orang gila, maka dia mengajak suaminya untuk meminta uangnya dikembalikan (buat orang desa seperti kami, 50rb besar sekali nilainya, mungkin itu penghasilan 5 hari kerja). Berangkatlah mereka ke rumah Toli’ah. Beruntung orang yang dicari di rumah.

“Mbak, boleh minta uang yang tadi kamu temu?” kata si suami. Toli’ah tak langsung menjawab melainkan langsung menggeletakkan tubuhnya di lantai  tepat di bawah kaki si laki-laki sambil melepas celana dalamnya

“Sini Mas wong bagus…aku sudah lama nunggu lhooo” katanya genit bersemangat.

Si wanita yang kehilangan uang menyeret pergi suaminya. “iklaskan saja uangnya Mas. Wong edan gak bisa diajak rembugan” katanya… hahahahahaha

Ssssst…kalo kadang saya seperti orang gila, mungkin karena terlalu sering saya bertemu orang gila kali ya? Hehehehe, merasa bangga jadi orang gila yang punya blog. Maybe I’m the one …..:-)

kondangan Agustus 9, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
2 comments

dinamika hidup di desa

kondangan, bezuk, tilik bayi, dan ta’ziyah

kadang sehari bisa 6 kali

banyak yang sambat

sampai-sampai merantau

jadi PRT ke ibukota

dengan bayaran yang sama

bila mbabu di desa

demi agar uang terkumpul

tidak dikit-dikit untuk kondangan

di desa, tak perlu kartu undangan agar kau datang

cukup stel musik dangdut keras2, maka yang

dengar akan datang

kadang saya berfikir,

setelah orang tau Islam dengan lebih baik

Bulan Suropun tak ada pantangan untuk mengadakan hajatan

bagaimana kalo

kita kembalikan tradisi jawa

yang tidak mengadakan hajatan (menikah dan khitanan) saat bulan Suro

tapi tentu saja bukan karena syirik….

hanya karena agar ada bulan untuk masyarakat

sedikit istirahat…

saya bilang sedikit karena saya tidak bisa melarang orang melahirkan, sakit dan meninggal

di bulan Suro

Jadi gimana?

Mbah Surip di mata anak saya dan kawannya Agustus 4, 2009

Posted by liyak in kisah nyata.
6 comments

barusan jemput Taqiyya mengaji. Nida ikut bareng pulang

T : Buk, Mbah Surip meninggal lho…

S : Innalillah…kapan kak? (padahal dah tau)

T : Tadi jam sepuluh

N : Lha Mbah Surip nggendongin sekeluarganya, jadinya capek terus meninggal..

T : Sama kebanyakan bilang hahahaha ya Mbak…Kasian Mbah Surip ya Buk

S : *ngangguk tapi pikiran masih mikirin kata-kata Nida*images

* maafkan anak saya dan temannya Mbah…saya yakin mereka tak paham apa yang mereka katakan

Slamat jalan Mbah…Semoga engkau khusnul khotimah…..sungguh kepergianmu kembali mengingatkan saya untuk mempersiapkan bekal saya……