jump to navigation

Aku Benci Padamu Oktober 30, 2011

Posted by liyak in puisi.
add a comment

Aku benci padamu

Benci hingga menganaksungai mataku

Atas rindu yang kau katakan

lalu saat kuminta pertemuan

kau abaikan

 

Aku benci padamu

Benci hingga sakit dadaku

atas hati yang kau curi diam-diam

lalu setelah ketahuan

kau lepas tangan

 

Aku benci padamu

benci benci benciiiiiiiiiiiiii!

Aku mencintaimu tauuuuuuuuuuuuuuuukkk!

 

(apa iya ini puisi gadis umur 30an? Kek ana smp aja 😀 )

Iklan

lelaki batu Maret 4, 2011

Posted by liyak in puisi.
2 comments

Diam dia disana

Tegak berdiri menggenggam sekeping hati

Didalamnya selaksa cinta tak tersampaikan

Mencoba tak menyalahkan waktu

Mencoba tak menyalahkan keadaan

Tatapnya garang dalam tenang,seperti elang

Urai rambutnya terhembus bayu

sisakan siluet hitam

 

Dia berkata

: Jadikan aku yang kedua

aku mau jadi apa saja-mu

kucinta kau dari dulu

Sang gadis menatapnya dalam sendu

Matanya mengatakan sesuatu yang tak dimengerti

Galau…

Lagi lelaki itu berkata

: jadikan aku yang kedua

sudi aku jadi kekasih gelapmu

tak mauku selain kau

Kali ini sang gadis berkata

: pergilah…

Langit tau ada perih menghembus

iapun menangis

rinainya adalah ritme luka-luka

nadanya menyayat-nyayat

seperti biola di tangan seorang amatiran

 

Sang lelaki tetap berdiri

kuyup

Ditangannya masih tergenggam sekeping hati

selaksa cinta didalamnya

Baginya…waktu adalah selamanya

…selamanya ia akan menanti…

dengan cinta yang sama

dengan segala rasa yang ia punya

Ia diam dalam harap

suatu hari takdir kan memeluknya

Ia tetap berharap

…meski saat ini ia tak tuli…

saat gadisnya berkata perih…

dulu aku menunggumu…menunggumu…tapi kau diam….seperti batu”

 

 

Jiwamu Lebih Kuat Memanggilku Oktober 30, 2009

Posted by liyak in puisi.
6 comments

Berat langkah saat berniat tinggalkanmu

Untuk mencari tempat dimana aku

bisa sembunyi dari rasa terluka dan cemburu

Ini jelas bukan masalah kepemilikan

Karena aku tak ingin memilikimu

Tapi apa yang bisa kulakukan

saat akal dan hati bertentangan dengan perbuatan

Aku sudah begitu jauh

Bahkan tadinya kupercaya tekadku tlah
sepenuh purnama

Namun dalam kesendirian

Kudengar hatimu memanggil

Jiwamu bahkan berteriak

Lalu apalagi yang bisa kulakukan kalau begitu?

selain berbalik arah melangkah pulang

karena kaulah rumahku

…………….bahkan persetan jika ternyata panggilanmu itu hanya halusinasiku!

never been sent love letter Oktober 19, 2009

Posted by liyak in puisi.
14 comments

the shadow of your smile when you are gone

will colour all my dreams and light the dawn

look  into my eyes my love and see

All the lovely thigs you are to me

Our wishful little star was far  too high

A teardrop kissed your lips and so did I

Now when I remember spring,

all the joy that love can bring


i will be remembering the shadow of your smile

i love you

*masih dari acara nemu barang jadul. surat ini tak jelas saya tujukan untuk siapa, di amplopnya hanya tertulis Untuk Yang Terkasih. Padahal seingat saya, saya  gak punya pacar waktu itu. Mungkin pengen nembak, tapi cemen.Tulisannya jelas tulisan saya, tapi saya kok ragu itu puisi ciptaan saya, 17 taon yang lalu saya gak pinter2 amat bahasa Inggris deh -emangnya sekarang pinter?-  ehm… bagus nggak? *narsisnya kumat*



Elang Oktober 13, 2009

Posted by liyak in puisi.
12 comments

Ijinkan kusebut kau Elang

meski matamu tak menatap tajam

sebab tatapmu adalah keteduhan

Kau sudah menyendiri

sebelum aku masuk tanpa permisi

Pernah kita berada di sebuah senja

dimana hujan turun menghibur kita

dengan denting petir dan rinainya

Engkau…aku…

tak pernah banyak bertukar kata

Tapi mata adalah jendela jiwa (katanya…)

Kita berada dalam nada yang sama

Dua anak manusia yang hampir gila

kesepian dalam pesta

sibuk mencari kesejatian diri kita

Aku tak pernah menerka

adakah aku tlah menempati ruang hatimu

ataukah mungkin hanya di beranda?

Akupun tak hendak bertanya

apakah dihatiku kau istimewa

Bukan inginku bila saat bertemu denganmu

aku hanyalah insan yang menaikucingkan cinta

Bersamamu…tenang kurasa…juga merdeka

kunikmati…tanpa kuresapi

Laun berlalu…kita terpisah takdir

dan aku tak mau mungkir

hatiku berbunga saat burung membawa berita

kau ingin tau aku dimana…bersama siapa

Tersirat rindu…meski bagai semburat rona

di pipi gadis etiopia

Kau tak pernah ungkap apa-apa tentang rasamu padaku

Lalu bagaimana aku percaya kicau burung-burung itu?

Sekalipun benar…

bukan itu cara yang kuinginkan

Aku ingin kau perjuangkan

Aku ingin kau yakinkan

bahwa bersamaku itulah yang kau inginkan

bahwa takkan terluka lagi aku oleh belati di balik pelukan

(jangan-jangan itu pula yang kau inginkan)

Aaaaahhhhhhhhhhh

Kita hanyalah dua pecundang, pengecut dan mungkin sedikit bodoh

untuk mengerti apa yang terjadi di hati

Hingga hari ini saat kita bertemu lagi

aku masih saja tak mengerti

Dan sungguh aku bertanya-tanya

mengapa engkau masih sendiri?

Hatiku yakin, itu bukan karena aku

Aku percaya, kau tlah begitu saat kita bertemu

Sayangnya…dulu itu…

terlalu banyak luka di jiwaku…

hingga aku memilih untuk tak menilik

luka apakah dihatimu

yang membuatmu seperti itu…

(sedikit terinspirasi novel Elang, yang dikirimkan oleh seorang Yupita Yupi- kalian bisa mengenalnya di facebook- dan banyak terinspirasi oleh seorang teman yang dulu setiap ketemu sering manggil saya Si Tante Muka Tua -kalian tak perlu mengenalnya demi menghindari mendapat julukan yang tak senonoh 😛 )

Tetaplah disitu Agustus 9, 2009

Posted by liyak in puisi.
15 comments

Jangan mendekat

walau sedepa…..

Bukan karna ku tak percaya

Bukan pula karna aku masih merasa terluka

Percayalah….

Duka dan luka juga airmata

yang pernah kunikmati karenamu

tlah terhapus maaf sejak dulu

Jangan mendekat…

walau sejengkal

apalagi mempertanyakan

cintakah dulu aku padamu

Karna aku tak yakin

Kau sepaham tentang makna cinta denganku

Percayalah…

aku tak kan lupa

kita pernah bersama

apapun arti kebersamaan itu

…..di masa lalu……

dan kau….

tetaplah disitu…..

Pernahkah? Agustus 8, 2009

Posted by liyak in puisi.
8 comments

…kau jatuh cinta sejatuh jatuhnya?

dimana cinta jadi terasa menyesakkan dada

pernahkah?

kau memendam cinta sedalam-dalamnya?

dimana teriakanmu hanya sebuah gema…

kau menyembunyikan cinta serapat-rapatnya?

dimana anginpun tak sanggup mengabarkannya

pernahkah?

…kau ingin mengatakan ‘aku cinta kamu’?

tapi keadaan membuatnya jadi tabu…

lalu cinta itu…hanya cinta sunyi

yang menari dalam khayalmu sendiri…

lalu cinta itu…manjadi api cemburu

yang diam tapi pasti menjadikan hatimu abu…

lalu cinta itu…menjadi anak sungai

yang mengalir lewat bening matamu

tanpa seorangpun tau

pernahkah engkau sadar telah jatuh cinta

tapi…di sisi keyakinanmu yang lain

engkau juga tau…bahwa menyatakannya

adalah tak mungkin?

pernahkah?

bagaimana rasanya?

sakit?

Hampa Juli 16, 2009

Posted by liyak in puisi.
12 comments

saat kau pergi

tertoreh sepi yang melukai

tak ada tangis, tak juga tawa

hanya luka yang menganga

lalu kau kembali

tawarkan nyala api

yang mungkin kan hangati

tapi sungguh

aku tak mengenalmu lagi

juga rasa yang dulu kumiliki

soulmate Juni 19, 2009

Posted by liyak in puisi.
8 comments

Is it you?

‘Cause you play all of my fave song

And I miss u when you are not around…

‘Cause everytime you fall

I wanna be the one you call

I know…I might be wrong

but this feeling is so strong

Don’t you know

I want you feel it so…..

Dalam bahasa Indonesia :

Belahan Jiwa

Dirimukah itu?

Aku tak tau

Tapi entahlah…

Kadang aku merasa

Aku hanyalah orang gila

Yang terperosok dalam khayalan maya

Kadang pula kumerasa

bahwa apa yang kurasa

kau rasakan pula

Atau mungkin itu harapan kosong

yang tumbuh di jiwa yang gosong

Gosong oleh setrika cinta

Cinta yang entah apa artinya

PS : kalo versi English ama Indonesia gak sama, berarti itu bukan terjemahan…..(kemungkinannya adalah si penulis kurang lancar berbahasa Inggris)

tersesat Mei 31, 2009

Posted by liyak in puisi.
6 comments

bersua denganmu saat kutersesat

atau mungkin kita berdua

sama-sama tersesat

bersamamu kumerasa

kita tak tersesat

dan kini…..

aku sibuk minta maaf pada Tuhan

karena merindukanmu

saat aku sudah pulang

aku juga mohon ampun pada Tuhan

karena berharap

engkaupun demikian…..